oleh

Di Sikka, Petugas Amburadul Input Data, Dandim Marah, Bupati Kecewa

-METRO-3.024 views

MAUMERE, MN- Salah seorang petugas penginput data di Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat, mengundang kemarahan Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama, S.Ip. saat mengetahui, proses input data penduduk penerima bantuan langsung tunai di Kelurahan tersebut amburadul.

Pasalnya, dirinya hanya menginput sejumlah warga Kelurahan yang tidak pantas menerima bantuan langsung tunai tersebut, sementara warga lainnya, seperti janda miskin tidak diinputnya.

Kejadian tersebut mengundang, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama, S.Ip. Plt. Sekda Sikka, Wihelmus Sirilus, langsung mendatangi Kantor Kelurahan Hewuli, Sabtu (9/5/2020).

“Bapak ini dibayar oleh negara untuk menginput data penduduk miskin. Seharusnya, data yang diinput itu sesuai dengan data riil, jangan ikut mau. Orang yang diberikan bantuan adalah mereka yang benar-benar miskin. Ini bencana nasional, kita membantu untuk orang yang susah Pak,” tegas Dandim dengan sangat kecewa di depan Bupati Robi Idong.

Bahkan, dalam keterangannya, Dandim juga akan melaporkan hal ini ke Kapolres untuk dapat ditindaklanjuti.

Bupati Robi Idong dalam pernyataannya pun mengaku, sangat kecewa dengan proses input data yang dilakukan oleh petugas penginput data di Kelurahan Hewuli.

“Kita akan lihat kembali datanya. Biar bantuan itu dapat diberikan kepada mereka yang terimbas dari adanya bencana nasional ini. Kita harus memberikan kepada mereka yang benar-benar susah, karena dampak dari pandemi covid 19 ini,” tegasnya.

Sementara itu, petugas penginput data usai mendapatkan arahan tersebut, menyatakan akan memperbaiki data tersebut untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Sikka untuk proses ulang data penerima bantuan langsung tunai sebesar Rp. 600.000 per KK selama 3 bulan.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya