oleh

Di Sikka, Dana KUR Sebesar Rp. 130 M Dikembalikan

-EKBIS-539 views

MAUMERE, MN- Pengembangan ekonomi produktif masyarakat tidak terlepas dari ketersediaan modal usaha yang dibutuhkan. Dan untuk mendorong pengembangan investasi di daerah, pemerintah menggulirkan kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan melalui lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dalam pernyataannya, saat memberikan sambutannya sebelum panen bersama singkong diatas lahan seluas 1 hektar di rumah jabatan Bupati Sikka, mengatakan, untuk tahun 2018 lalu, KUR sebesar Rp, 130 miliar dikembalikan ke kas negara karena tidak ada warga yang mengajukan pinjaman.

“Dana sebesar itu seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Peluang yang terlewatkan ini tentunya menjadi atensi kita ke depan, agar ada pendampingan yang optimal dilakukan instansi teknis terkait. Padahal kita punya banyak potensi sumber daya yang bisa kita kembangkan. Untuk itu, tahun 2020 mendatang warga yang memiliki peluang dan kesempatan diharapkan dapat memanfaatkan dana ini untuk pengembangan ekonomi produktif,” terangnya.

Orang Nomor Satu di Sikka ini pun mengatakan, modal usaha untuk pertanian sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan ketersediaan anggaran yang diberikan oleh pemerintah yakni miliaran rupiah di beberapa lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Kabupaten Sikka.

Terkait dengan persoalan itu, menurut dia, pemerintah juga sedang melakukan kerjasama dengan pihak Perum Pegadaian untuk peminjaman modal.

“Jadi kalau mau buka lahan pertanian, namun belum miliki modal, silakan saja datang ke Pegadaian untuk melakukan konsultasi. Yang pentingnya, kita punya lahan dan punya setifikat. Kalau untuk Pegadaian, kita gadai lahan dan diberikan modal. Setelah panen hasil jualan itu kita kembalikan ke Pegadaian dan bisa ambil lagi sertifikat kita,” ujarnya.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya