oleh

Di Saat Harga Kopra Turun, Sarjana Lulusan APMD Asal Adonara Flotim Ini, Produksi Minyak Goreng Kelapa

-EKBIS-206 views

LARANTUKA, MN- Walau tampilan isi dan kemasannya masih harus dibenahi, namun Minyak Goreng Kelapa (Tapo) hasil produksi kelompok yang disponsori Agustinus Lamahoda, di Kecamatan Witihama (Adonara), Kabupaten Flores Timur mendapat serbuan pembeli di pasar-pasar lokal.

Campur tangan Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Flotim untuk meluaskan pemasaran produk hasil inovasi sarjana lulusan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD-APMD) Yogyakarta tersebut, semakin melancarkan urusan pemasaran Minyak Goreng Tapo itu.

“Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian memang selalu mengarahkan petani kelapa untuk bisa melihat peluang usaha lain dari komoditi kelapa tatkala harga kopra sedang tidak menguntungkan. Minyak goreng salah satunya. Dan Agustinus Lamahoda ini berani membuka terobosan ini. Dan kami sangat mendukung usaha ini, termasuk menyiapkan pasarannya. Ya,walaupun minyak gorengnya masih berwarna pucat seperti ini, serta belum berlabel halal, namun Minyak Goreng Tapo ini terkenal dengan aroma khasnya. Harumnya khas!” ujar Sipri Ritan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020) seraya memperlihatkan kemasan Minyak Goreng Tapo itu.

Diaa mengatakan, atas usaha produktif ini, pihaknya akan terus melakukan pendampingan serta membantu percepatan pengurusan pelabelan Halal tersebut, sambil mengharapkan aktivitas produksi mereka berjalan kontinue dan berkesinambungan.

Tentang harga, kelompok Agustinus Lamahoda mematok kemasan berukuran 1 liter itu dengan harga Rp 18.000. Namun atas intervensi Pemkab Flotim melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam sistem subsidi, maka di pasar-pasar lokal dalam kegiatan pasar murah, produk Minyak Goreng Kelapa (Tapo) itu dijual dengan harga Rp 9.000/liter.

“Dinas kami memberikan subsidi 50 persen, sehingga di pasaran dalam kegiatan pasar murah, kami menjualnya dengan harga Rp 9.000. Kepada kelompok tetap mendapatkan Rp 18.000 itu,” ujar Kadis Perdagangan dan Perindustrian yang berbangga dengan terobosan Agustinus Lamahoda itu.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya