oleh

Di Maumere, Pasar Wairkoja Kewapante Resmi Dibuka

-EKBIS-154 views

MAUMERE, MN-  Pasar Wairkoja yang terletak di Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka, Kamis (13/8/2020), resmi dibuka oleh pemerintah daerah.

Dengan dibukanya Pasar Wairkoja Kewapante, akhirnya Pasar Geliting yang selama ini ditempati para pedagang, akhirnya ditutup. Penutupan dan peresmian itu dilakukan dengan ritual adat.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong, Forkopimda Kabupaten Sikka, pimpinan OPD Kabupaten Sikka, Camat Kewapante, tokoh masyarakat, tokoh adat serta warga masyarakat Kecamatan Kewapante.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dalam keterangannya saat ditemui sejumlah wartawan usai peresmian pasar tersebut, menegaskan, pasar merupakan tempat interaksi social terjadi, ada penjualan dan pembelian barang dan jasa di tempat ini.

“Penetapan dan pengelolaan pasar yang lebih baik sangat mutlak diperlukan, demi mengembangkan dan menata pertumbuhan berbasis ekonomi kerakyatan. Pasar Geliting yang selalu lazim dengan sebutan Regang Bajo sudah ada sejak puluhan tahun silam, yang karena perkembangan pertumbuhan masyarakat, pasar tersebut menjadi tidak ideal untuk sebuah pasar yang baik, karena lokasi dan luas lahan untuk perkembangan pasar yang tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Bupati, maka melalui berbagai studi kelayakan, pasar itu harus dipindahkan pada lokasi yang lebih luas.

“Berbagi upaya telah dilakukan, antara lain merekayasa lalu lintas kembali kepada lokasi pasar yang telah disiapkan dan menghimbau untuk tidak berjualan di luar lokasi pasar. Namun, kondisinya masih serba sulit. Untuk itu, Pasar Wairkoja di Desa Kewapante inilah yang paling tepat,” tegas Bupati lagi.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengatakan, pelaksanaan ini dengan upacara adat, dimaksudkan untuk mendapat dukungan dari para leluhur.

“Tujuannya adalah mengajak seluruh arwah leluhur atau penguasa Nian Tana, Ina Nian Tana, Wawa Ama Lero Wulan Reta untuk bersama-sama menetapi pasar. Ritual adat ini sebagai bentuk kesepakatan bersama dan segenap masyarakat adat, agar pasar mulai beraktivitas di Kewapante Wairkoja,” tegasnya.

Orang Nomor Satu di Sikka ini pun menambahkan, dengan mulai difungsikannya Pasar Wairkoja, maka tentunya pemerintah akan tindak lanjuti segera untuk melengkapi semua sarana persarana yang dibutuhkan, sehingga bisa terwujud pasar yang sangat ideal.

Dikatakan, sumber biaya dalam pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari non APBD Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, tapi dalam nuansa gotong royong atau utun omok, dengan dukungan dari berbagai pihak, antar lain tokoh adat Tana Puan dari kopong, Ian Tena dan Getan, pengusaha kios dan toko.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya