oleh

Di Magepanda, Bupati Sikka Beli Semangat Dua Petani Ini

-EKBIS-548 views

MAUMERE, MN- Panen perdana padi di atas lahan seluas 1/4 hektar di persawahan Desa Magepanda Kecamatan Magepanda Sikka, Selasa (15/10/2019), Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, akhirnya membeli semangat dua petani Magepanda, Karadus dan Edu Sareng.

Niat pemerintah daerah membeli semangat dua petani ini, lebih disebabkan karena keduanya mampu melakukan inovasi baru bidang pertanian dengan menghadirkan pupuk organik untuk peningkatan hasil pertanian khususnya produksi padi di wilayah itu.

Sebelum panen, Bupati Idong mengatakan, pemerintah daerah ke depannya akan memesan pupuk organik yang diproduksi oleh kedua petani ini dan akan dibagikan ke seluruh petani untuk peningkatan hasil produksi gabah petani di wilayah ini.

“Pak Kadis Pertanian harap mulai merancang anggarannya untuk pengadaan pupuk organik dan dibagikan kepada masyarakat. Inovasi yang dilakukan ini sangat luar biasa, apalagi saat ini masyarakat akan lebih memilih beras dari pupuk organik. Berasnya lebih sehat. Kalau dipakai untuk sayur pun akan lebih sehat ketika dikonsumsi. Peluang ini yang mestinya ditangkap oleh pemerintah dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan khususnya di bidang pertanian,” ujar Orang Nomor Satu di Kabupaten ini

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan, pemerintah desa pun harus memiliki peran dan andil untuk membantu masyarakat petani untuk mendapatkan pupuk organik ini.

“Kalau petaninya belum mampu beli pupuk, maka bisa menggunakan dana desa, karena dana desa adalah uang bersama. Habis panen nanti barulah dibayarkan. Tugas pemerintah harus seperti itu, mengembangkan produksi masyarakat. Apa yang bisa kita lakukan, kerjakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati lagi.

Dia lebih lanjut mengatakan, dari testimoni yang disampaikan soal pemakaian pupuk organik lebih baik dalam meningkatkan produksi, maka pemerintah ke depannya harus juga akan menyiapkan kerangka regulasinya.

“Tahun depan, kita akan mulai dari Magepanda. Lahan persawahan yang hampir mencapai 800 hektar ini, harus kita bantu dengan pupuk organik, karena hasilnya lebih banyak. Untuk itu, saya meminta dukungan semua pihak agar bersama-sama mendorong kebijakan ini untuk membantu petani kita di wilayah ini,” pesannya lagi.

Pantauan Maumere News, panen padi perdana menggunakan pupuk organik oleh Bupati Idong, dilakukan di tengah persawahan dengan bulir padi yang lebih berkualitas dari pada Lahan lainnya yang menggunakan pupuk non organik. 

1 hektar sawah petani, hanya membutuhkan sebesar Rp.1,3 juta pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi padi, dari 10 ton menjadi 20 ton.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya