oleh

Di Desa Habi-Sikka, Todat Minta Agar Pemuka Adat Diberikan Honor

MAUMERE, MN- Tokoh adat (todat) di Kabupaten Sikka meminta agar pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan honorarium bagi pemuka adat di sejumlah lembaga adat di wilayah ini.

Permintaan tersebut disampaikan salah seorang tokoh adat Desa Habi, Fransiscus Paseng (75) saat kunjungan Kerja Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, ke Desa Habi Kecamatan Kangae, Sabtu (13/6/2020).

“Kami mohon agar pemerintah mengambil kebijakan dalam memberikan perhatian serius kepada pemuka adat di sejumlah lembaga adat di wilayah Nian Tana Sikka ini. Karena peran mereka sangat dibutuhkan dalam mengembangkan adat dan budaya asli Sikka,” ujarnya.

Perhatian itu beralasan, karena menurut dia, para pemuka adat ini dapat memiliki tanggungjawab layaknya ‘kelan mitan’ bagi generasi muda di masa yang akan datang.

“Dengan perhatian tersebut, besar kemungkinan perhatian lembaga adat ini bisa berperan aktif selain melestarikan adat dan budaya masyarakat di Nian Tana Sikka ini, maupun membantu pemerintah dalam membina, mengayomi dan membimbing masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing,” sambungnya.

Terkait dengan hal itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengaku, pembangunan di Kabupaten Sikka ini tidak terlepas dari peran adat.

“Pemerintah tentunya memiliki perhatian serius dengan pemuka adat dari masing-masing lembaga adat di wilayah ini. Dan terus terang, akan menjadi perhatian pemerintah ke depan. Namun, terkait dengan hal ini, nanti saya sendiri akan memberikan penekanan itu kepada Kepala Desa masing-masing. Artinya, harus ada kebijakan yang diarahkan ke sana melalui kebijakan desa,” ujarnya.

Bupati juga mengaku, sebagai pemerintah, peran tokoh adat dan lembaga adat di wilayah Nian Tana Sikka perlu diwadahkan kembali guna melakukan karya-karya baiknya di tengah masyarakat dan dalam rangka mempertahankan adat dan budaya Sikka pada masa yang akan datang.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya