oleh

Di Bandara Frans Seda Maumere, 20 TKI Ilegal Diturunkan dari Pesawat

-HUKRIM-3.228 views

MAUMERE, MN- Setidaknya sebanyak 20 Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal dua desa yakni Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang dan Desa Umauta Kecamatan Bola, sekitar pukul 07.30 WITA, Selasa (11/2/2020) digagalkan keberangkatan mereka oleh aparat Polres Sikka di Bandara Frans Seda Maumere.

Mereka diduga tidak memiliki dokumen resmi antar wilayah untuk rekruitmen TKI oleh salah seorang saudara mereka, Yoseph Efendy.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka, Germanus Goleng yang berhasil dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (11/2/2020) mengaku, pihaknya terpaksa menahan sebanyak 20 TKI Ilegal tersebut setelah mengetahui informasi dari masyarakat.

“Kita bekerjasama dengan aparat dari Polres Sikka untuk proses pengiriman TKI ini. Kita gagalkan, karena tak satu pun dari mereka yang memiliki dokumen resmi,” akunya.

Menurut dia, mereka rencana diberangkatkan dengan menggunakan maskapai penerbangan Wings Air menuju Ketapang Kalimantan Barat untuk bekerja di salah satu perusahaan perkebunan di wilayah itu, dengan kontrakan selama 6 bulan.

“Mereka memang tadi sudah di atas pesawat dan setelah kita berkoordinasi dengan managemen Wings Air, akhirnya ke 20 orang itu berhasil diturunkan dari dalam pesawat. Saat ini mereka sedang ditangani Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sikka,” ujarnya lagi.

Dia mengaku, dalam proses perekrutan TKI antar daerah, harus sesuai dengan aturan mainnya.

“Harus prosedural. Kalau tidak, maka kondisinya seperti ini. Kita berhara ke depannya tidak akan lagi pengiriman TKI Ilegal seperti ini, karena akan menyulitkan mereka di tempat tujuan. Kalau ada apa-apa kan pemerintah daerah sendiri tidak tahu soal ini. Kan kita yang lebih bertanggungjawab,” tegasnya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Maumere News, ke 20 TKI Ilegal tersebut dijanjikan dengan upah kerja 4-5 juta rupiah per bulannya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya