oleh

Demo Abdul Somad Jilid II oleh PMKRI Maumere

-HUKRIM-1.244 views

MAUMERE, MN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere kembali menggelar aksi demo hari kedua, Selasa (20/08/19) menuntut Kapolres Sikka dan jajarannya segara menetapkan status tersangka dan menangkap Ustad Abdul Somad terkait video tausyah UAS yang melecehkan simbol agama Nasrani.

Massa PMKRI yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut juga sempat melakukan aksi bakar ban di depan Mapolres Sikka.

Massa PMKRI sempat bersitegang dengan aparat Kepolisian Resor Sikka, karena pada saat membakar ban, Polisi berusaha memadakan api. Namun kondisi bisa diredam oleh kedua belah pihak dan aksi unjuk rasa kembali berjalan damai.

Aksi bakar ban di depan Polres Sikka oleh PMKRI Maumere pada Selasa (20/08/19). Foto : TRV

3 orang orator PMKRI dalam aksi tersebut, mempertanyakan pihak Polres Sikka yang belum mengeluarkan surat tanda terima laporan PMKRI Maumere pada Sabtu (17/08/19) terkait video tausyah UAS yang melecehkan simbol agama Nasrani.

Setelah sekitar 2 jam melakukan orasi di depan Mapolres Sikka, beberapa perwakilan PMKRI Maumere tampak masuk ke ruang SPKT Polres Sikka guna mendapat penjelasan terkait tuntutan mereka dan menandatangani surat tanda terima mereka yang telah diregistrasi oleh pihak Polres Sikka.

Presidium PMKRI Maumere, Marianus Fernandes sesaat setelah keluar dari ruang SPKT Polres Sikka kepada awak media mengatakan, kasus viralnya video tausyah yang melecehkan simbol agama Nasrani yang dilakukan oleh Ustad Abdul Somad merupakan extraordinary crime yang masuk dalam kejahatan cyber crime.

“Kasus ini sudah masuk dalam extraordinary crime yang masuk dalam kejahatan cyber crime. Kenapa surat itu itu tidak bisa dikeluarkan disini,” tegas Marianus.

Lebih lanjut Marianus membandingkan dengan kasus yang menimpa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jakarta Utara tapi menjalani proses hukumnya di Polda Metro Jaya.

“Ini kasusnya sama. Memang kejadiannya sama yang terjadi di Pekanbaru. Tetapi karena baru diviralkan sekarang, maka dia masuk dalam kategori cyber crime. Sehingga kami di NTT khususnya di Maumere merasa tersakit,”tambahnya.

Dirinya mengaku, PMKRI Maumere akan terus mengawal dengan terus melakukan aksi hingga Ustad Abdul Somad ditangkap.

Marianus juga berharap, Presiden Republik, Joko Widodo untuk segera mempercepat proses hukum atas kasus yang menimpa Ustad Abdul Somad.

“Negara ini Negara taat hukum. Jangan sampai perkataan Pak Jokowi pada bulan Februari lalu tentang tidak ada tempat bagi intoleran di Negera ini, itu hanya bual-bualan Pa Jokowi hanya untuk menghibur rakyat. Kepada Pak Kapolres Sikka, kami minta untuk terus mengkawal kasus ini,” ungkap Presidium PMKRI Maumere tersebut. (Acq/Trv-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya