oleh

Demi Dapatkan Air Minum Bersih, Ibu Hamil di Nangatobong Rela Antri 6 Jam Setiap Hari

-SOSBUD-1.220 views

MAUMERE, MN – Masyarakat Desa Nangatobong di RT. 01, 02 dan 03 harus rela berbagai air minum bersih pada satu kran air yang terletak disalah satu rumah warga.

Pantauan Maumere News pada Sabtu (21/09/19), beberapa warga di 3 RT, Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, sedang mengantri guna mendapatkan air minum bersih dengan menggunakan jerigen berukuran 5 liter.

Irene Sidok, salah satu ibu-ibu yang sedang mengantri untuk mendapatkan jatah air minum bersih dilokasi tersebut mengatakan, kondisi tersebut sudah dialaminya sejak dirinya berdomisili di Desa Nangatobong pada 5 tahun lalu.

“Itu hari pernah ada air dari Pamssimas, tapi tidak berlangsung lama, tidak sampai satu tahun sudah kering semua. Bak-bak penampung juga sudah jadi hiasan,” ungkap ibu yang rumahnya tidak jauh dari lokasi antrian tersebut.

Dirinya menambahkan, pada saat musim kemarau panjang seperti ini, tentunya kebutuhan akan air bersih pasti meningkat, tetapi dengan kondisi yang mereka alami, mereka terpaksa menggunakan air apa adanya dan harus berbagi dengan warga lainnya.  

“Setiap hari kami harus antri disini 2 – 3 jam. Sekali angkat itu biasanya 10 jerigen yang ukuran 5 liter.. Kalau yang wilayah yang ditimur itu airnya lancer, tetapi kami 3 RT yang sebelah barat ini yang kondisinya seperti ini sudah. Jadi kami harap pemerintah bisa bantu kami air. Supaya kami jangan lagi antri yang menyedihkan seperti ini,” ungkap Irene.

Sementara itu, Sisilia Kurniawanti, salah satu ibu yang sedang hamil yang juga sedang mengantri untuk mendapatkan jatah air minum pada kran tersebut mengungkapkan, dirinya harus rela berjalan 1 kilometer setiap hari dari rumahnya ke kran tersebut untuk mendapatkan air minum bersih.

“Saya biasanya satu hari itu 4 kali datang antri disini, itupun harus tunggu 2 – 3 jam baru bisa dapat. Itupun tidak mencukupi karena kami pakai jerigen yang 5 liter itu 10, jadi satu hari itu kami bisa 40 liter,” ungkap ibu yang sementara hamil ini.

Sisilia menambahkan, kebutuhan air setiap harinya tidak mencukupi untuk keluarga karena banyaknya jumlah anggota keluarga.

Senada dengan Irene Sidok, Sisilia Kurniawati juga berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi yang mereka alami apalagi, dirinya mengaku, dirinya bersama warga masyarakat Desa Nangatobong lainnya pernah berupaya membangun jaringan air minum bersih dari mata air yang letaknya disebelah selatan wilayah tersebut. Namun, hingga kini, jaringan air bersih tersebut tak kunjung berfungsi. (Acq-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya