oleh

DBD di Sikka Semakin Parah, Daya Tampung Pasien Kurang

-METRO-889 views

MAUMERE, MN- Wabah demam berdarah yang melanda wilayah Kabupaten Sikka hingga saat ini semakin parah.

Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya pasien yang menempati bangsal-bangsal sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Sikka. Bahkan, dikabarkan jumlah pasien saat ini semakin membludak, sementara daya tampung rumah sakit dan puskesmas tidak memadai.

Tercatat sejak wabah tersebut menyerang Sikka sebulan yang lalu, sudah sebanyak 3 nyawa yang meninggal akibat DBD.

Pemerintah Kabupaten Sikka pun terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menekan sedemikian rupa penyebaran virus ini dan menekan angka kematian akibat DBD.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan yang dipimpin langsung Plh Sekda Sikka,

Plh Sekda dalam pernyataannya menegaskan, upaya yang mesti dilakukan adalah semua pimpinan wilayah, baik itu pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa hingga perangkat aparatur yang paling bawah harus terus melakukan upaya penanggulangan bersam dengan masyarakat, agar virus ini tidak menyebar.

“Kalau jumlah pasien semakin bertambah maka konsekuensinya bahwa kita belum berhasil melaksanakan kewajiban kita untuk menyelamatkan rakyat Sikka. Untuk itu, Pak Kadis Kesehatan harus terus melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan rumah sakit dan kepala puskesmas untuk serius melakukan pengobatan dan antisipasi penyebarannya. Tindakan itu juga harus didukung oleh masyarakat,” tegasnya.

Rapat koordinasi bersama itu diakhiri dengan kesepakatan sejumlah komitmen untuk segera melakukan berbagai upaya yakni pertama menekan penyebaran virus demam berdarah, kedua menekan jumlah pasien dan jumlah pasien yang meninggal, ketiga melaksanakan pembersihan lingkungan masing-masing secara kontinyu, keempat melakukan kegiatan 3M Plus serta aksi-aksi sosial lainnya untuk menghilangkan wabah DBD dari wilayah Kabupaten Sikka.(REN-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya