oleh

Dapat Narkoba dari L, CR dan YN Dibekuk Polisi di Kamar Kos di Maumere

-HUKRIM-1.204 views

MAUMERE, MN – Kepolisian Resort (Polres) Sikka berhasil membekuk dua oknum yang tertangkap tangan memililiki narkoba jenis sabu-sabu berinisial CR (27) warga Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan dan YN alias T (34) warga Detung, Desa Nele Urung, Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka pada Rabu (11/09/19) di kamar kos milik CR, di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.

Saat dibekuk, Satuan Reserse Narkoba Polres Sikka menyita barang bukti berupa 0,04 gram sabu, 2 alat sedot pipet plastik, 1 buat pipet plastik warna putih, 1 buah kepingan kaca, 2 buah kertas rokok yang sudah digulung, 1 buah botol air mineral, 3 tutup botol air mineral yang sudah dilubangi yang diisi didalam bungkusan rokok, 1 buah pemantik gas berwarna merah dan 1 buah Handphone milik CR.

Hal tersebut disampaikan Waka Polres  Sikka, Kompol. I Putu Surawan, S.IP saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sikka, jalan Ahmad Yani Maumere pada Senin, (16/09/19).

Dalam keterangannya, I Putu Surawan mengatakan, dari hasil interogasi terhadap kedua terduga tersangka, CR dan YN, keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari oknum berinisial L.

“Dari hasil pengembangan, kami mendapatkan pengakuan dari oknum CR bahwa barang tersebut didapat dari oknum berinisial L. Kita akan terus melakukan pengejaran terhadap oknum L ini dengan berkoordinasi dengan Polres-polres lain karena saat ini oknum L sudah kabur saat kami melakukan penyergapan,” ungkap Mantan Kabag Ops Polres Manggarai ini.

Sementara itu, Kasat Res Narkoba Polres Sikka, Iptu. Salfredus Setu dihadapan awak media mengatakan bahwa kemasan yang diduga adalah sabu-sabu,  berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensic di Denpasar, Bali, adalah positif sabu-sabu kandungan amfetamin.

“Selain pemeriksaan di labfor Denpasar, Bali, kita juga akan lakukan pemeriksaan urine terhadap CR dan YN dan hasilnya akan keluar hari ini. Kemudian, kami dikasih waktu 3 x 24 jam untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan setelah ini kami akan lakukan gelar perkara kasus ini,” ungkap Salfredus Setu.

Keduanya dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda minimal 800 juta rupiah dan denda maksimal 8 miliar rupiah serta pasal 127 ayat 1 huruf a dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun. (Acq/Eko-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya