oleh

Danlanal Maumere Buka Pelatihan Babinpotmar

-HUKRIM-253 views

MAUMERE, MN-  Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Maumere, Kolonel Marinir Totok Nurcahyanto memimpin apel kegiatan pelatihan bintara pembina potensi maritim (babinpotmar), yang berlangsung di Lapangan Upacara Lanal Maumere, Senin (16/11/2020).

Danlanal saat bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan, pembinaan bagi personil TNI AL dipandang perlu untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan masing-masing.

“Saya berharap, dengan pembekalan ini, seluruh prajurit kita terutama babinpotmar bisa bersinergi sehingga pengawasan terhadap kawasan masing-masing dapat dilakukan secara baik, terukur dan bertanggungjawab,” tegasnya.

Dia pun sangat berharap agar, dengan pembekalan ini pun, masing-masing babinpotmar, dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya di lapangan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

“Ikutilah pelatihan ini, diharapkan materi pelatihan ini dapat diserap dengan baik. Ilmu yang diperoleh ini dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” tegasnya lagi.

Sementara itu, saat diwawancarai terkait dengan evaluasi sementaranya terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah hokum Lanal Maumere, Danlanal Maumere ini mengatakan, hingga saat ini masih terjadi pelanggaran di laut, salah satunya yakni cara penangkapan ikan yang destruktif.

“Hingga saat ini, masih banyak cara penangkapan ikan yang destruktif, misalnya dengan cara pengeboman bahkan sampai pembiusan. Cara penangkapan seperti ini, tentunya akan sangat merusak ekosistim di perairan kita,” akunya.

Untuk itu, dia mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini di wilayah hukum Lanal Maumere, yakni mulai dari Manggarai Barat hingga ke Alor, perlu peran semua stakeholder yang ada di masing-masing daerah.

“Potensi kerawanan itu dipicu oleh rendahnya sumber daya manusia, sehingga masyarakat masih menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan undang-undang. Ini butuh sosialisasi dan pendekatan secara kontunyu, bukan hanya dari kami saja, tetapi peran semua pihak, baik itu pemerintah maupun lembaga-lembaga non pemerintah lainnya,” akunya.

Disinggung soal ketersediaan alutsista, kata dia, dengan luas wilayah Lanal Maumere yang sangat besar, memang pihaknya masih sangat terbatas untuk ketersediaan alutsista.

“Kita akan usahakan secara perlahan-lahan ketersediaan alutsista kita,” pungkasnya sambil menambahkan, daerah yang paling rawan yakni di Flotim, Lembata dan Manggarai Barat, terutama pada kapal-kapal yang tidak memiliki ijin resmi.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya