oleh

Cokelat di Sikka, Sumbang Rp.10 M per Tahun

-EKBIS-625 views

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, pada acara seremonial penyaluran premi periode Mei-September 2019, program sertifikasi UTZ PT. Cargil’l  Indonesia bagi petani  cokelat Kabupaten Sikka dan Ende, di Nangalimang Kecamatan Alok, Selasa (17/12/2019) menyebutkan, lahan cokelat di Kabupaten Sikka mencapai 20.000 hektar. 

Dari jumlah tersebut sektor ini telah mampu memberikan pendapatan asli daerah sebesar Rp. 10 miliar per tahun.

Hadir dalam kesempatan itu, Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Direktur PT. Cargil’l Indonesia, Phiter Sufardi, Kepala Dinas Pertanian Sikka, para kelompok petani cokelat Sikka dan Ende yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Pemerintah memberikan apresiasi kepada PT Cargil’l Indonesia yang sudah memberikan dukungan kepada petani cokelat di wilayah ini sehingga secara bertahap kesejahteraan mereka bisa meningkat. Untuk itu, para petani harus tetap mempertahankan kualitasnya sehingga memberikan nilai ekspor komoditi kita yang saat ini sedang diincar oleh para pembeli di luar negeri,” tegasnya.

Orang Nomor Satu di Sikka ini, lebih lanjut mengatakan, jumlah sumbangan dari sektor ini cukup besar bagi daerah. Untuk itu, berbagai kebijakan akan diambil oleh pemerintah diantaranya adalah memudah perijinan dan menyediakan sejumlah infrastruktur pendukung,” tegasnya.

Program penanaman cokelat bagi masyarakat, lanjut Bupati, akan terus diupayakan sehingga dari jumlah lahan cokelat yang ada saat ini akan terus bertambah.

“Kita tidak bisa pungkiri jika tanaman cokelat kita juga terserang penyakit dan banyak yang tidak produktif. Untuk itu, pemerintah secara bertahap mencari solusi terkait dengan persoalan tersebut,” ujarnya.

Sementra itu, Direktur PT Cargil’l, Phiter Sufardi, dalam kesempatan itu mengatakan, sertifikasi UTZ ini diberikan kepada petani guna menjaga kualitas cokelat petani.

“Akan ada pengawasan langsung, yang diharapkan ke depannya dapat memberikan pengaruh terhadap harga komoditi di tingkat petani. Kita juga akan memperpendek mata rantai distribusinya sehingga harga kakao di tingkat petani bisa lebih baik,” tegasnya.(REN-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya