oleh

Caci Maki Pokja, Oknum ASN Calo Proyek di Sikka Dipanggil Inspektorat

-SOSBUD-1.512 views

MAUMERE, MN – Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, memerintahkan Inspektorat Kabupaten Sikka untuk segera memeriksa oknum ASN yang jadi calo proyek dan mencaci maki serta mengitimidasi Pokja beberapa waktu lalu yang percakapannya berhasil direkam dan beredar luas yang menghebohkan warga  Kabupaten Sikka.

Hal itu dikatakan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dihadapan awak media di Kantor Bupati Sikka, Jalan Ahmad Yani Maumere pada Rabu (19/06/2019).

Kepada awak media, Robi Idong, sapaan akrab orang nomor satu di Kabupaten Sikka tersebut mengatakan, urusan proyek adalah wewenang Pokja dan PPK. Tidak boleh  ada intervensi dari pihak manapun termasuk Bupati.

“Saya omong berulang-ulang hal itu. Saya tidak tahu kalau ini tradisi lama. Yang penting kerja sebaik-baiknya. Saya perlu barang bagus. Semua pelaksanaan kegiatan di tahun 2019 harus berkualitas tinggi. Jadi kalau ada yang salah, insepektorat harus segera periksa,” kata Robi Idong.

Dihadapan awak media, Bupati Sikka mengaku sudah mendengar rekaman percakapan oknum ASN calo proyek yang mencaci maki Pokja tersebut. Dirinya kemudian memerintahkan Inspektorat Kabupaten Sikka untuk segera memeriksa oknum ASN tersebut dan apabila dinyatakan bersalah, akan ditindak tegas.

“Saya sudah tegaskan kepada semua pokja dan PPK untuk matikan HP saat bekerja dan blokir semua nomor keculai keluarga terdekat. Selama pengadaan tidak boleh ada komunikasi dengan pihak manapun dan bertemu pun tidak boleh. Sekarang saya sudah perintahkan Pol PP untuk awasi pokja dan PPK harus kerja benar,” kata Robi Idong.

Disinggung mengenai kedekatan oknum ASN yang calo proyek tersebut, Bupati Sikka dengan tegas mengatakan bahwa semua orang dekat dengan Bupati.

“Kalau bilang dekat, semua masyarakat Sikka dekat dengan saya dan saya selaku Bupati merangkul semua. Tidak ada istilah Bupati-bupati kecil,” tuturnya.

“Saya menunggu mereka kerja ini. Kalau berhasil akan dikasih penghargaan. Tapi kalau gagal, akan diberi sanksi dengan turunkan pangkatnya satu tingkat,” tutup Robi Idong. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya