oleh

Buruknya Ruas Jalan Provinsi di Pantura Titehena, Ini Sikap Warga dan Pemdes       

-NUSANTARA-186 views

LARANTUKA, MN- Masyarakat bersama Pemerintah Desa di Empat (4 ) Desa pada wilayah pantai utara Kecamatan Titihena, Kabupaten Flores Timur, mengingatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk  tidak lupa memasukan ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah mereka.

Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir, janji pengerjaan ruas jalan tersebut, tidak pernah terwujud.

Dua kepala desa, yakni Kepala Desa Adabang, Frans Baran Wato dan Kades Watowara, Apolinaris Sogen yang dikonfirmasi secara terpisah di kediaman mereka, Jumad (6/11) mengungkapkan kenyataan buruknya tentang ruas jalan itu.

Keduanya pun meluapkan kisah tentang penderitaan rutin yang sehari-hari mereka alami, tatkala melintasi ruas jalan tersebut.

Bahkan, kisah tentang pembicaraan mereka, baik secara formal maupun informal dengan elite Pemkab Flotim dan beberapa anggota DPRD NTT asal Dapil Flotim, Lembata dan Alor, hanya berujung pada janji akan diperjuangkan.

“Teman-teman tadi melintas wilayah pantura, pasti menikmati kondisi jalan menuju kampung kami ini. Sedih dan kami menderita sangat!” tegas Kepala Desa Adabang, Frans Baran Wato.

Dia mengatakan, mereka sudah bosan menghadapi teriakan, dan keluh kesah warga.

“Kami berhadapan langsung dengan warga dan ketika mereka berkeluh kesah dan mengerutu, bahkan mengamuk, kami lah yang pusing, karena kami langsung berhadapan,bukan Gubernur dan anggota DPRD NTT!” ujarnya lagi.

Dikatakan, persoalan itu, mereka sudah capeh untuk menjelaskan dan menenangkan, sebagaimana janji-janji politik yang tersampaikan kepada mereka. Bahkan, untuk langkah awalnya, lanjut dia, sudah ada survey oleh intansi teknis Pemprov NTT pada tahun-tahun sebelumnya, namun entah apa tujuannya!

“Olehnya di Tahun 2021, ruas jalan Serinuho-Duli Jaya-Watowara hingga Adabang itu, wajib hukumnya dianggarkan dan dikerjakan !” tandas kedua Kepala Desa itu.

Kades Frans Baran Wato bahkan mengancam akan membangun gerakan bersama warga dan Pemdes sewilayah pantura Kecamatan Titehena, untuk menutup akses masuk ke wilayah mereka, bila ruas jalan provinsi  itu tidak disentuh oleh APBD I di TA 2021 ini.

Jangan Lupa 800 meter di Watowara!

Tidak saja meminta pihak Pemerintah Provinsi untuk merealisasikan pekerjaan pada ruas jalan yang terbentang dari Serinuho hingga Adabang itu, namun Kades Watowara pun mengungkapkan rindu beratnya agar tanjakkan sepanjang 800 meter (ruas jalan provinsi) yang mengitari Puskesmas dan Kantor Camat di dalam desanya itu pun, terurus oleh APBD TA 2021.

“Memang rindu berat kami agar yang terlupakan, tanjakan 800 meter  ini pun dikerjakan di tahun depan ini. Soalnya di dalam kampung, dengan kondisi sangat membahayakan, sudah banyak berbentuk selokan, kali kecil tak beraturan. Kalau dibiarkan terus, maka pasti akan sangat buruk dan akan sangat membahayakan pengguna jalan serta warga yang bermukim di sekitar ruas jalan itun akibat hamburan debu. Apalagi di sampingnya, ada Puskesmas dan kantor Camat Titehena,” ujar Kades Apolinaris melukiskan kondisi ruas jalan berukuran 800 meter itu.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya