oleh

Bupati Sikka: Masalah Air Bersih, Perempuan Jadi Korban

MAUMERE, MN- Masalah kemarau yang berkepanjangan selama ini berdampak pada keringnya sejumlah mata air di wilayah Kabupaten Sikka. Karenanya, selama 4 bulan terakhir, Sikka mengalami krisis air bersih.

Bupati Sikka saat melakukan blusukan ke Desa Ai Bura Kecamatan Waigete, Minggu (24/11/2019), melihat dari dekat proses warga mengantri mendapatkan air bersih di kampung tersebut mengatakan, masalah air bersih ini harus segera diatasi.

“Karena ketika tidak diatasi, maka korbannya adalah kaum perempuan. Kita tidak sengaja sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap kaum perempuan secara masif. Untuk megatasi masalah ini, pemerintah desa harus segera melakukan perencanaan yang matang, pemerintah daerah tinggal membantu. Desainnya disampaikan dan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR, agar bisa dibangun bersama dengan sharing dana, apa yang bisa dikerjakan oleh desa dengan menggunakan ADD dan apa yang diberikan oleh pemerintah dengan APBD. Harus segera diatasi, jika tidak, kaum perempuan akan menjadi korban terus,” tegasnya.

Dia mengatakan, ketika kaum perempuan menjadi korban, maka anak-anaknya tidak bisa terurus dan tentunya berdampak pada pola kehidupannya, anak menderita stunting, berdampak pula pada tingkat intelegensinya. 

“Jadi ini semacam lingkaran mata rantai kehidupan. Sebagai Bupati, saya harus turun melihat, permasalahannya di mana, terobosan yang mestinya dilakukan pemerintah seperti apa, sehingga ada solusi yang mesti diambil. Saya tidak ingin, ada masyarakat Sikka yang masih mengeluh, padahalnya kita hadir dan ada ini untuk kepentingan mereka. Untuk itu, beberapa hal ini mungkin akan segera saya ambil kebijakan agar permasalahan segera diatasi dengan baik. Sekali lagi, jangan kita korbankan kaum perempuan,” tegas Bupati lagi.(SON-R1)

 

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya