oleh

Bupati Sikka Akui Upacara Adat sebagai Kearifan Lokal Tolak Covid 19

-METRO-1.471 views

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengakui, jika saat ini di sejumlah wilayahnya, para tokoh adat melakukan upacara adat penolakan terhadap wabah virus corona di wilayahnya masing-masing.

“Pemerintah tetap mendukung upacara adat yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat adat di wilayah ini. Ini merupakan sebuah kearifan lokal yang mestinya tetap dilakukan ke depannya dengan tetap memperhatikanm anjuran pemerintah,” ujar Orang Nomor Satu di Sikka ini saat mengunjungi ritual adat penolakan wabah virus corona di beberapa desa di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Minggu (29/3/2020).

Sekedar diketahui, ada sejumlah desa di Kecamatan Kangae, telah melakukan ritual adat penolakan wabah virus corona yakni Desa Weko, Desa Langir dan Desa Habi.

Bupati lebih lanjut mengatakan, kearifan lokal yang merupakan kepercayaan nenek moyang sejak jaman dulu ini, adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap alam, yang diyakini dapat menolak segala macam wabah yang melanda umat manusia, seperti yang saat ini sedang dialami.

Dalam pernyataannya, dia juga menyarankan, agar upacara adat yang diyakini ini, diharapkan juga tetap memperhatikan anjuran pemerintah, diantaranya tidak melibatkan banyak orang dan khusus dilakukan oleh beberapa tua adat saja, untuk menghindari terjadinya penularan covid 19.

Bupati juga menambahkan, upacara adat penolakan ini juga sebagai bentuk upaya menyadarkan kepada seluruh umat manusia untuk tetap menjaga alam dan tidak terlepas juga tetap berdoa agar Kabupaten Sikka dan Indonesia serta seluruh dunia bisa terlepas dari virus ini.

Dia juga sangat berharap agar, masyarakat tetap mengikuti anjuran dan himbauan pemerintah. Pemerintah, kata dia, akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai cara dalam menangani covid 19 di wilayah ini, dengan tetap juga mengikuti petunjuk dari pemerintah pusat.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya