oleh

Buang Sampah Sembarangan di Maumere, Didenda 50 Juta dan Penjara 3 Bulan

-SOSBUD-1.726 views

MAUMERE, MN – Masalah sampah tetap menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat perkotaan dan pemerintah daerah apabila tidak ditangani secara tepat.

Program Sikka bebas sampah yang didengungkan oleh pasangan Robi – Romanus pada awal masa kepemimpinan mereka belum sepenuhnya terealisasi secara maksimal.

Hal itu terbukti dengan masih adanya banyak sampah yang bertebaran di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Maumere dan beberapa titik di pusat kota.

Namun, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo tidak tinggal diam dalam hal penanganan masalah tersebut demi terwujudnya Sikka bebas sampah.

Dalam keterangannya dihadapan para awak media saat menggelar konferensi pers terkait satu tahun kepemimpinan Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka, pada Jumad (20/09/19) di Aula Kantor Bupati Sikka, mantan camat Nele itu menyebutkan, hal pertama yang harus dilakukan dalam penanganan sampah adalah kesadaran masyarakat(public awareness).

“Pertama yang harus dilakukan adalah menyadarkan masyarakat tentang penanganan sampah yang tepat. Percuma kita kerahkan lembaga saja tapi masyarakatnya tidak sadar. Jadi kampanye tentang sampah ini harus terus menerus dan berulang-ulang” ungkap Bupati Robi.

Bupati Robi juga menambahkan, pemerintah daerah akan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pembatasan penggunaan plastik yang dalam waktu dekat akan dipublikasikan.

Hal tersebut dilakukan karena apabila plastik tidak lagi digunakan, akan menjadi sampah yang sulit terurai dalam jangka waktu pendek.

“Jadi itu adalah larangan atau pembatasan penggunaan plastik. Jadi kalau ke toko, kita larang untuk gunakan plastik, kalau mau gunakan, harus bayar ke pemerintah dengan harga 1 plastik kresek sebesar Rp.200. Karena plastik itu setelah tidak digunakan, pasti ada ongkosnya untuk pungut. Jadi disarankan bawa tas yang bisa digunakan beberapa kali, jadi di toko-toko harus kita kurangi penggunaan lastik untuk mengurangi sampah” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sikka juga menghimbau kepada seluruh ASN dalam lingkup Sekab Sikka, agar menggunakan botol air minum dan dilarang menggunakan air minum kemasan. Setiap perusahaan air minum yang ada diwilayah Kabupaten Sikka pun akan dikenakan biaya sebesar Rp.200 pergelas air minum kemasan yang diproduksi.

Lebih lanjut Bupati Robi mengatakan, dengan kebijakan penegakan, akan diberlakukan denda bagi yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Bagi masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda sebesar 50 juta rupiah dan hukuman kurungan selama 3 bulan penjara. (Acq/Trv-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya