oleh

Blusukan ke Nita, Kisah 2 Janda Miskin Ini Menyentuh Hati Bupati Sikka

-SOSBUD-1.925 views

MAUMERE, MN- Blusukan yang dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Minggu (1/12/2019) mengunjungi Desa Nita Kolang Kecamatan Nita. Di Desa ini, Bupati mengunjungi dua janda miskin dan lumpuh. Keduanya ditinggal pergi suami sejak beberapa tahun yang lalu. Meski dalam keadaan lumpuh, namun keduanya tetap bekerja menghidupi keluarganya.

Theresia Yunita (25) warga RT 03 RW 05 Desa Nita Kloang, yang ditemui Bupati mengaku, dia menderita cacat setelah peristiwa naas yang dialaminya, yakni dirinya ikut terbakar saat berada di rumah mertuanya di Nelle Urung pada tahun 2013 silam.

Meski terbakar, lanjut Yunita, dia masih diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan untuk membesarkan dan merawat kedua buah hatinya. Keseharian Leni, hanya merangkak karena cacat untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumahnya.

Di depan Bupati, Yunita juga menceritakan penyebab terjadinya peristiwa naas itu.Dirinya dituduh oleh suaminya dan mertuanya membakar rumah mereka. Karena sakit hati, akhirnya, dia pun kembali rumahnya di Nita Kloang.

Dalam keadaan tidak berada, lanjut Yunita, dirinya tetap bekerja keras untuk menghidupi kedua anaknya. Dan ibunya pun baru meninggal sebulan yang lalu.

Kunjungan Orang Nomor Satu di Sikka itu pun membuat Yunita tidak bisa menahan kesedihannya. Dia menumpahkan seluruh pergumulan hidupnya di depan Bupati. Karenanya, Bupati Idong pun langsung memerintahkan Kepala Desa Nelle Urung untuk memanggil suaminya dan mertunya untuk bertemu dirinya, Senin (2/12/2019).

Di akhir kunjungannya, Bupati juga menyerahkan satu kursi roda untuk Theresia Yunita agar membantu dirinya untuk bekerja menghidupi keluarnya.

“Sebagai Bupati saya akan tetap mengikuti persoalan ini. Saya kunjungi mereka yang terlantar dan miskin. Saya akan sampaikan ke donatur-donatur untuk bisa memberikan bantuan. Ini tugas dan tanggungjawab saya sebagai pemimpin,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Bupati Idong juga melakukan kunjungan ke rumah Martina Nona Dince (45) di desa yang sama. Kondisi Martina pun sama, meski catat dan bekerja dengan merangkak, dia tetap bekerja keras untuk menghidupi buah hatinya.

Martina mengalami kelumpuhan sejak usia 25 tahun. Kondisi yang sekarat itu, akhirnya ditinggal oleh suaminya. Hidup sendiri dan ditemani kedua anaknya, Martina terus berusaha bekerja keras, bertani untuk melanjutkan masa hidupnya bersama kedua anaknya.

Bupati saat mengunjunginya, Martina juga diberikan bantuan kursi roda untuk membantu pergerakannya.

Bupati mengatakan, bantuan sosial akan diberikan kepada Martina dan keluarga serta telah diagendakan untuk disiapkan pada tahun 2020 mendatang.

Niat baik Bupati Idong yang terus menyusuri rumah ke rumah, dusun ke dusun, adalah hanya untuk memberikan perhatian kepada mereka yang sangat mengharapkan uluran tangannya. Bupati hanya menginginkan, agar ada harapan bagi mereka yang cacat, miskin dan terlantar, bahwa masih ada pemerintah yang berada bersama-sama dengan mereka.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya