oleh

Bertho Tjeme : Saya Tidak Terima Uang Puluhan Juta

-SOSBUD-1.194 views

MAUMERE, MN – Bertho Tjeme, Ketua Pokja VII Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPBBJ) Kabupaten Sikka, akhirnya angkat bicara terkait hebohnya rekaman percakapan antara dirinya dengan oknum ASN berinisial JJ yang mencaci maki dan mengintimidasi Bertho yang berbuntut pada tuduhan bahwa Ketua Pokja VII Sikka tersebut telah menerima gratifikasi berupa uang puluhan juta rupiah dalam pelelangan proyek pengawasan pembangunan IGD RSUD TC. Hillers Maumere sebesar milyaran rupiah tersebut.

Dihadapan puluhan awak media, di Kantor UKPBJ Sikka, Jalan Ahmad Yani Maumere pada Kamis (20/06/2019) Bertho Tjeme dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang puluhan juta sesuai dengan tuduhan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Bertho Tjeme setelah dirinya membaca berita terkait tuduhan tersebut. Bertho kemudian mengundang puluhan wartawan guna mengaklarifikasi tuduhan tersebut.

“Sebelumnya, teman-teman juga sempat tanya saya mengenai tuduhan kalau saya sudah terima uang puluhan juta. Dan hari ini saya baca beritanya bahwa saya dituduh sudah terima uang dari rekanan JJ,” ungkap Bertho.

Ditanya mengenai kebenaran informasi tersebut, Bertho Tjeme dengan tegas mengatakan dirinya tidak pernah menerima uang tersebut melalui transfer bank.

“Saya tidak pernah terima uang itu apalagi lewat transfer di bank. Bodoh sekali kah. Kalau saya punya niat terima uang itu, saya ajak ketemu langsung saja dimana,” ungkapnya.

“Saya sangat terganggu dengan tuduhan itu. Kalau punya bukti bawa datang saja dan kita buktikan,” tambahnya sambil memperlihatkan bukti transaksi rekening Bank NTT miliknya.

“Sebelumnya saya memang pernah dapat telepon dari JJ. Dia minta saya menangkan temannya itu. Tapi saya bilang tergantung berkas-berkas dan penawawarannya. Kalau sesuai ketentuan, pasti dia yang menang,” tutur Bertho.

Terkait rekaman yang  kemudian menjadi viral, Bertho mengaku tidak mengetahuinya. Dirinya mengaku rekaman tersebut dibuat untuk konsumsi pribadi bukan untuk dipublikasikan.

Bertho kemudian mengungkapkan, rekaman tersebut kemudian dikirim kepada salah satu temannya di RSUD TC. Hillers Maumere hanya untuk konsultasi terkait percakapan antara dirinya dan oknum ASN tersebut.

“Saya tidak sangka kalau akhirnya bisa begini. Rekaman itu hanya untuk konsumsi pribadi. Saya tidak sangka bisa viral dan kasus ini bisa panjang,” kata Bertho Tjeme. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya