oleh

Banjir Terjang Waitiu Flotim, Jalan Tertimbun Longsor, Warga Mulai Mengungsi

LEWOLEMA, MN- Kecemasan sudah mulai menghantui warga di dusun Waitiu, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema tatkala menyaksikan aliran banjir yang kian deras dan meninggi pada Sabtu (20/2) pukul 19.30 wita.

Bayangan akan bencana banjir yang menghantui pikiran mereka saat itu, sontak diikuti dengan gerakan berhamburan keluar dari rumah menuju Kapela milik Ordo CSsR.

“Ma’eeeeee, banjiree, lari berlindung ke Kapela,” demikian Kepala Dusun Waitiu, Marni Hurit meriwayatkan kondisi yang dihadapi warganya di malam Minggu, 20 Februari 2021 tersebut setelah mereka mendengar gemuruh yang menggelegar.

“Suasananya memang sangat mencemaskan dan warga memang sungguh sangat panik ! Kami lalu berhamburan dari rumah kami masing-masing menuju Kapela dan berlindungan di sana ! Bagi kami, Kapela Biara CSsR ini merupakan tempat perlindungan yang aman,” tutur Marni Hurit sembari membersihkan genangan lumpur di rumah mereka.

Marni melanjutkan, awalnya warga tidak pernah menyangka kalau gemuruh tersebut adalah bunyi longsor dan gebrakan banjir.

Situasi yang berubah karena panik itu otomatis menggerakkan kami untuk lari mencari tempat aman. Dan yang aman bagi kami adalah Kapel Biara CSsR tersebut,” ungkapnya dengan meragakan gerakan mereka menerjang hujan dan banjir di malam tadi.

Akibat derasnya hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, beberpa area di wilayah pegunungan llongsor. Beberapa titik terlihat terbabat banjir yang menyertakan batu-batu khas pengunungan.

Beberapa titik jalan pada ruas Waitiu-Lewotala tertutup lumpur dan bebatuan.

Tak ketinggalan, banyak tanaman pertanian warga yang babak belur dilahap banjir bandang itu.

Pantauan maumerenews.com di Minggu (21/2) pukul 07.30 WITA, barisan orang muda Desa Bantala bergotong royong menyingkirkan lumpur dan material lainnya yang menyembunyikan fisik jalan itu.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya