oleh

Bangunan Nyaris Rubuh, Siswa SMP Negeri 3 Waigete Tetap Sekolah

-DIKKES-1.148 views

MAUMERE, MN – Siswa-siswi SMP N 3 Waigete, Dusun Klahit, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, terpaksa mengikuti ujian dibawah tenda darurat milik Kodim 1603 Sikka pada Senin (20/05/2019).

Berdasarkan pantauan Maumere News, siswa-siswi kelas 7 SMP N 3 Waigete terpaksa melaksanakan ujian dibawah tenda darurat lantaran bangunan ruang kelas mereka rubuh akibat diterpa angin kencang beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, mereka terpaksa mengikuti ujian kenaikan kelas hari pertama tanpa meja tulis yang layak dan bahkan harus memikul kursi dari rumah masing-masing karena ketersediaan kursi yang terbatas bagi siswa-siswi SMP N 3 Waigete.

Maria Nona Ince, salah satu siswi kelas 8 SMP N 3 Waigete mengaku tidak nyaman karena harus mengikuti ujian dibawah tenda darurat. “Saya rasa tidak nyaman karena kursi dan meja tidak ada. Saya harap Bapak Jokowi bisa bangun ruang kelas buat kami. Bisa kasih kami meja, kursi dan komputer buat kami praktek,”keluhnya.

Meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan, siswa-siswi SMP N 3 Waigete terlihat begitu bersemangat melaksanakan ujian pada hari pertama.

Siswa – siswi SMP Negeri 3 Waigete Sedang Mengikuti Ujian Kenaikan Kelas Tahun Ajaran 2018/2019 (Foto : ACQ)

Kepala SMP N 3 Waigete, Aleksius Susar, kepada awak media, mengaku sekolahnya mengalami banyak kekurangan. Selain tidak adanya bangunan ruang kelas permanen, kurangnya fasilitas pendukung  juga menjadi penghambat jalannya operasional sekolah. Selain itu kekurangan tenaga guru juga menjadi masalah utama di sekolahnya.

“Anak-anak mau ujian lalu ruangan tidak ada. Jadi saat ini kami pakai tenda darurat dari Kodim 1603 Sikka. Ini bantuan dari Dandim 1603 Sikka. Pemasangannya pada tanggal 03 Mei tetapi kami baru pakai hari ini (Senin,20 Mei 2019) pada saat anak-anak ujian,”tutur Aleksius Susar

“Sebelum ada tenda darurat, kami terpaksa gabungkan 2 kelas menjadi 1 kelas karena ruangan tidak ada. Proses KBM berlangsung di ruangan darurat yang kami bangun dari hasil swadaya orang tua murid,”tuturnya

Disinggung mengenai perhatian dari pemerintah, Aleksius Susar mengaku telah mendapat kunjungan dari Plt. Kadis PKO Kabupaten Sikka. “Baru-baru ini di tanggal 04 Mei 2019, ada kunjungan dari Plt. Kadis PKO Kabupaten Sikka. Beliau datang mau pastikan lokasi yang akan di bangun 3 ruang kelas yang telah disepakati,”tambahnya (ACQ-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya