oleh

Atasi KLB Rabies, Vaksinasi Dimulai dari Kecamatan Waigete

-DIKKES-908 views

MAUMERE, MN – Vaksinasi dan eliminasi terhadap anjing dalam rangka mengatasi penyebaran rabies di Kabupaten Sikka, pasca penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies oleh Bupati Sikka akan dilakukan selama 14 hari kedepan dimulia pada Kamis (18/07/19) pagi di di 5 desa di wilayah Kecamatan Waigete.

Pantauan Maumere News pada Kamis (18/0719) pukul 08.00 WITA, bertempat di halaman kantor Camat Waigete, sudah berkumpul puluhan petugas tenaga kesehatan hewan dan vaksinator didampingi relawan BPBD Sikka yang pada pagi itu akan melaksanakan vaksinasi anjing dari rumah ke rumah di 5 wilayah desa.

Kepada awak media, Kabid Kesehatan Hewan Distabunak Sikka, drh.Maria Margeretha Siko, M.Sc mengatakan, pihaknya akan melakukan vaksinasi anjing di 5 desa sasaran awal yakni di Desa Egon, Desa Nangatobong, Desa Wairterang, Desa Runut dan Desa Watudiran. Pada 5 desa ini, belum dilakukan vaksinasi sebelumnya.

drh. Maria Margaretha Siko menambahkan, dalam vaksinasi kali ini melibatkan petugas berjumlah 45 orang dengan sebaran 6 petugas pada 1 wilayah desa.

“Kami memilih Kecamatan Waigete sebagai sasaran pertama vaksinasi karena merupakan kecamatan yang paling tinggi kasus rabies yakni positif rabies 6 orang dan meninggal 2 orang,” ungkap drh.Maria Margaretha Siko.

Pihaknya menyiapkan 1700 vaksin anti rabies (VAR) untuk wilayah Kecamatan Waigete. Selain itu disiapkan juga sejenis kalung yang diikatkan di leher anjing (Kolar) sebagai penanda anjing tersebut sudah divaksin.

Lanjutnya, sebelumnya turun mendatangi setiap rumah warga yang memelihara anjing, pihaknya sudah berkordinasi dengan pemerintah desa sehingga petugas yang bekerja akan didampingi oleh staf dari desa setempat.

Dijelaskan drh. Maria Margaretha Siko, untuk mengatasi KLB Rabies, selain petugas kesehatan hewan dan tenaga vaksinasi tetap berjumlah 40 orang, mereka juga turut melibatkan sebanyak 40 orang tambahan relawan vaksinator yang akan dikerahkan melakukan vaksinasi selama 14 hari ke depan.

Petugas Kesehatan Hewan sedang menyiapkan vaksin VAR dan peralatan yang dibutuhkan sebelum dilakukan vaksinasi pada Kamis (18/7) pagi di Kantor Camat Waigete. Foto oleh: Mario WP Sina, florespedia/kumparan.com

Ia melanjutkan stok vaksin VAR saat ini sejumlah 6.000 VAR dan masih kurang untuk vaksinasi 2 pekan ke depan. Untuk itu, Pemkab Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengalokasikan tambahan dana Rp.500 juta untuk membeli vaksin VAR di Jakarta. Selain kekurangan VAR, pihaknya juga masih membutuhkan sebanyak 18.000 kalung kolar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sikka, Drs.Bakri Kari membenarkan pihaknya sudah mengalokasikan anggaran tanggap darurat sebesar Rp.500 juta untuk membantu pengadaan VAR yang saat ini masih mengalami kekurangan.

“Sementara masih dalam proses pencairan. Kami usahakan secepatnya tambahan dana ini agar bisa membantu pembelanjaan VAR yang kurang,”ungkap Bakri Kari. (ACQ-R2)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya