oleh

Atasi Aksi Pencurian Vanili, Bupati Sikka: Pemda akan Bangun Pos Pengawasan

-HUKRIM-1.261 views

MAUMERE, MN- Kasus pencurian hasil produksi petani vanili di beberapa tempat, hingga saat ini sangat meresahkan para petani vanili di Kabupaten Sikka. Aksi pencurian tersebut dilakukan ada malam hari, menyebabkan para petani vanili di wilayah ini merugi hingga ratusan juta rupiah.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, akhirnya langsung terjun melakukan inspeksi ke beberapa wilayah yang menjadi sasaran para pencuri, Rabu (4/12/2019).

Dua desa akhirnya dikunjungi Orang Nomor Satu ini, yakni Desa Wolomotong Kecamatan Doreng dan Desa Pogon Kecamatan Waigete.

Di Desa Pogon Kecamatan Waigete, petani vanili masing-masing Jonas dan Nong Gela, mengaku, karena pencurian tersebut, mereka tidak bisa memanen vanili mereka. Bahkan, aksi tersebut menyebabkan beberapa pohon vanili rusak dan dipastikan akan tidak berproduksi lagi.

“Kami sudah berusaha untuk menjaga dan merawatnya, tetapi orang lain yang tidak bekerja tinggal datang dan petik hasilnya. Kami merasa sangat kecewa, karena usaha ini sudah kami lakukan dengan kerja keras tanpa pamrih,” ujar Jonas dengan sedikit bergetar suara karena rasa kecewa saat bertemu dengan Bupati Sikka di Kantor Desa Pogon.

Bupati Idong, sapaan akrabnya, dalam kesempatan itu menegaskan, dalam waktu dekat pemerintah akan segera membangun pos pengawasan sementara di beberapa titik,k terutama daerah penghasil vanili di Kabupaten Sikka.

“Kita bangun pos pengawasan ini tujuannya yakni mengamankan aksi pencurian kebun vanili. Bupati pun menyebutkan, dengan kasus seperti ini, pemerintah daerah pun tidak akan tinggal diam. Kita akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, karena vanili adalah komoditi tertinggi di Kabupaten Sikka untuk menjamin kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menjamin jika ke depannya tidak akan lagi adanya kasus serupa, jika pengawasan itu sudah dibangun.

Dia juga mengajak seluruh warga Desa Pogon untuk menanam vanili, paling sedikit 200 pohon per KK, karena vanili memiliki pasaran yang pasti dan cukup mahal.

“Jika managemennya sudah baik, kita akan pasarkan secara online. Kalau sudah online, tentunya kita harus meningkatkan kuaolitasnya,” tambahnya.

Dikatakan, sesuai dengan instruksinya, setiap petani yang ingin menjual vanilinya, harus memiliki surat keluar dari desa,  kalau tidak ada surat berati yang dijual itu adalah hasil curian.

“Untuk itu, saat ini kita akan melakukan pendataan petani vanili di Kabupaten Sikka. Hal ini gunanya untuk memastikan agar penjualan vanili tersebut tidak dilakukan secara ilegal. Saya sangat berharap Camat dan Kepala Desa harus pro aktif untuk menyelesaikan persoalan ini. Bentukan lagi pos siskamling, agar dilakukan pengawasan secara bergilir oleh warga di masing-masing desa, untuk menjaga agar vanili kita bisa dipanen tepat waktu dan memberikan kualitas terbaik di Provinsi NTT,” pungkasnya.(MAR/REN-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya