oleh

Agar Pandemi Covid 19 Berakhir Mei 2020, Ini Kata Sekda Sikka

MAUMERE, MN- Kabupaten Sikka hingga saat ini, belum tercatat sebagai kabupaten terpapar pasien covid 19, sehingga Sikka masih berstatus daerah hijau dari pandemi covid 19.

Plt. Sekda Sikka, Wihelmus Sirilus, dalam keterangannya kepada Maumere News, Rabu (29/4/2020) di ruang kerjanya menegaskan, agar pandemi covid 19 ini dapat berakhir di bulan Mei 2020 mendatang, maka ada beberapa langkah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah daerah dan juga mesti diikuti dan didukung oleh semua lapisan masyarakat di Nian Tana Sikka.

“Langkah pertama yang akan diambil oleh pemerintah adalah bagaimana memperketat pintu-pintu masuk Sikka, baik itu melalui jalur transportasi udara, jalur darat maupun jalur laut. Status Sikka sampai dengan saat ini masih merupakan daerah hijau, memang karena pertama adanya kesigapan pemerintah daerah dalam hal ini tim gugus tugas covid 19 Sikka, bersama dengan tenaga kesehatan dan aparat keamanan serta didukung oleh kesiapan masyarakat Sikka dalam mengantisipasi pencegahan penyebarannya,” ujarnya.

Dia lebih lanjut mengatakan, untuk itu, pengawasan yang lebih ketat lagi di pintu-pintu masuk ini harus lebih dijaga secara optimal lagi.

“Tentunya pemerintah daerah akan melakukan kajian untuk itu, seperti penyediaan tempat karantina khusus seperti yang dilakukan untuk 179 eks penumpang KM Lambelu beberapa waktu yang lalu. Saat ini juga, masing-masing desa telah membangun posko covid 19, ini harus dilakukan lebih ketat lagi sehingga orang baru yang masuk, tetap dilakukan prosedur tetap, dikarantina selama 14 hari dan diawasi selama masa karantina tersebut,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, berikutnya adalah berkaitan dengan kerjasama dan saling koordinasi antara semua pemangku kepentingan di daerah ini.

“Semua orang yang masuk Sikka atau pengguna perjalanan ini dicatat secara baik di pintu-pintu masuk dan dikoordinasikan dengan daerah tujuannya. Lalu dari daerah tujuannya akan memberlakukan karantina terhadap mereka. Saya pikir ini sangat bagus dalam rangka memutuskan mata rantai penyebarannya,” ujarnya lagi.

Disinggung soal terkait dengan dampak pandemi covid 19 bagi sosial ekonomi masyarakat, kata dia, tentunya pemerintah daerah telah mengkaji secara mendalam dampak dari pandemi ini.

Dijelaskan, seperti bantuan sembako bagi keluarga miskin di Kabupaten Sikka, sudah kita siapkan, termasuk dengan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk sejumlah bantuan tersebut, untuk menjawab dampak pandemi ini.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi covid 19 ini di Nian Tana Sikka,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya