oleh

104 Tukik Dilepas Pokwasmas Ritaebang

-SOSBUD-892 views

LARANTUKA, MN– Setidaknya sebanyak 104 tukik (anak penyu) jenis tempayang dan lekang, dilepas oleh kelompok pengawas masyarakat (Pokwasmas) Ritaebang Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flotim, Rabu (26/6/2019).

Pelepasan ratusan tukik tersebut dilakukan secara bersama oleh Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayasan Misool Fundation, Camat Solor Barat, Lurah Ritaebang dan sejumlah anggota Pokwasmas Ritaebang.

Rachmad Soleh, Pengawas Sumber Daya Keluatan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Wilayah Flotim, memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh Pokwasmas Ritaebang.

Dia menyebutkan, upaya yang dilakukan oleh pokwasmas ini adalah upaya preventif dalam rangka mengembangkan jenis hewan laut yang dilindungi.

“Kalau untuk kesadaran masyarakat di Kabupaten Flotim, sudah sangat baik, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski, masih terdapat beberapa wilayah yang perlu didorong mindset dan culturesetnya. Kita berharap, pemangku kepentingan di setiap wilayah pun bisa memberikan kesadaran tersebut kepada masyarakat kita.

Menjaga hewan langka seperti ini, merupakan upaya penyelematan habitat ini dari kepunahan,” ujarnya.

Sementara, disinggung bentuk program keberlanjutan yang mesti dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap usaha ini, kata dia, tentunya akan menjadi perhatian ke depannya. Meski demikian, dirinya tidak menyebutkan seperti apa bentuk perhatian tersebut.

Ditanya soal sanksi yang akan diberikan kepada warga yang dengan sengaja melakukan penangkapan terhadap hewan yang dilindungi, kata dia, ancaman hukumannya bisa sampai 5 tahun penjara.

Sementara itu, Ketua Pokwasmas Ritaebang, Kristo Werang dalam keterangannya mengatakan, untuk pelepasan tukik yang dilakukan oleh pihaknya, sudah berjumlah sekitar ribuan tukik.

“Kalau untuk tahun ini, pelepasan saat ini merupakan pelepasan yang kedua kalinya. Sebelumnya kita lepas sebanyakj 800 lebih tukik. Kalau saat ini sebanyak 104 tukik, sementara yang masih kami tampung telur-telurnya sudah sebanyak 890 butir,” ujarnya.

Disinggung soal dari mana telur-telur penyu tersebut diperoleh, kata dia, pengambilan telur-telur penyu tersebut dilakukan sendiri oleh Pokwasmas.

“Kadang kita mencarinya di pinggir-pinggir pantai, atau tidak kita mendapatkan informasi dari masyarakat, barulah kita mengambilnya untuk ditangkar di tempat ini,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, untuk jenis penyu yang saat ini dilepas adalah jenis penyu tempayan dan lekang. Sementara untuk jenis penyu lainnya seperti belimbing, hijau dan sisik, belum dilakukan pihaknya.

Pantauan wartawan, tempat penangkaran penyu milik pokwasmas Ritaebang, sangat sederhana. Penangkaran seluas 4×6 meter tersebut hanya didinding dengan rajutan bekas jala nelayan. Meski demikian, warga Ritaebang tidak mengusiknya. Mereka pun sangat berharap adanya bantuan dukungan dana untuk pengembangan kawasan itu menjadi kawasan ekowisata untuk Kelurahan Ritaebang ke depannya.(ANI-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya