oleh

Warga 4 Kampung di Paga Sikka, Minta Pemekaran

MAUMERE, MN- Warga 4 kampung di wilayah Paga Kabupaten Sikka, yakni Desa Tuwa dan Desa Poma, (Kecamatan Tanawawo), Desa Wolorega (Kecamatan Paga) dan Desa Wolodhesa (Kecamatan Mego) meminta pemerintah daerah Kabupaten Sikka untuk membentuk Desa baru di wilayah itu.

Hal itu masing-masing disampaikan Simon Sila,  Veronika Sede, Romanus Ronga dan Simon Sino.

Permintaan warga ini disampaikan dalam dialog bersama Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo,  S. Sos   M.Si dalam acara kunjungan Bupati Sikka di Wolowajo,  Sabtu,  7/12/2019.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Robi Idong dan Ibu Cahyani Idong. Kepala Dinas PUPR,  Tomy Lameng, Pimpinan OPD Kabupaten Sikka,  Kepala Desa,  Yohanes Yandayani Wula, Para Kepala Dusun dan BPD, toko masyarakat, tokoh adat.  Tokoh perempuan dan pemuda serta undangan lainnya. 

Permintaan mereka beralasan, karena empat dusun terisolir itu sangat jauh dari jangkauan pelayanan pemerintah desa. Mereka meminta agar Bupati Sikka dapat memenuhi permintaan mereka agar lebih mendekatkan pelayanan pemerintahan bagi warga disekitarnya.

“Kami inginkan desa sendiri karena selama ini kami kurang diperhatikan dan untuk urus surat kami harus menempuh jarak 9 km dari kampung ini,” kata emapt perwakilan masyarakat itu. 

Senada dengan itu, tokoh masyarakat desa Poma yang juga mantan Anggota DPRD kabupaten Sikka, Markus Melo, S. Pd,  mengatakan usulan warga sudah disampaikan  sejak tahun 2017 lalu. 
 
Bahkan, kata anggota DPRD  2 periode itu,  seluruh syarat sudah disiapkan secara lengkap, hanya saja masih terbentur pada persyaratan teknis, karena dua desa belum mau melepaskan wilayahnya untuk membentuk desa baru.
 
“Syarat itulah yang menyebabkan hingga saat ini pembentukan desa baru di wilayah ini, belum  juga terealisasi,” akunya.
 
Ia juga meminta kepada Bupati Sikka untuk memfasilitasi pertemuan empat kepala desa tersebut.
 
” Bila empat kepala desa ini siap melepas maka pembentukan desa beru bisa dilakukan, ” kata pendiri SMPN 1 Mego ini.
 
Menjawab aspirasi masyarakat empat dusun itu,  Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo,  S. Sos, MSi,  menjelaskan pihaknya mengharapkan adanya kerjasama yang baik dari para kepala desa di empat desa dan 3 camat serta para tokoh masyarakat,  tokoh adat,  tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta warga masyarakat lainnya untuk membuat kesepakatan bersama agar bisa memenuhi persyaratan pembentukan desa. 
 
Pemerintah daerah, lanjut Bupati,  akan tetap mendukung penuh niat masyarakat ini, dan akan memerintahkan Kepala Dinas PMD Sikka untuk melakukan kajian setelah definitifnya 34 desa persiapan.
 
Bupati juga  menambahkan bahwa 34  desa persiapan dalam waktu dekat akan didefinitifkan, paling lambat 2 bulan kedepan karena telah memenuhi persyaratan.(SON-R1)
Bagikan

Komentar

Berita Lainnya