oleh

Tahapan Pelelangan Proyek Pipa di Sikka Cacat Prosedur

-HUKRIM-364 views

MAUMERE, MN – Tahapan E-Reserve Auction dalam lelang pekerjaan bangunan penangkap mata air kapasitas 15 liter/detik di Kelurahan Hewuli dan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka senilai Rp. 1,9 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinilai cacat prosedur.

Kelompok Kerja (Pokja) IV yang membidangi pekerjaan tersebut dinilai telah melanggar ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang tertuang dalam dokumen pelelangan yang juga dibuat oleh Pokja sendiri.

Faustinus Vasco, Anggota Komisi II DPRD Sikka, saat dimintai komentarnya pada Jumad, (07/06/2019) mengatakan, dalam aturan dokumen lelang tersebut pada poin 28.6 menyebutkan bahwa evaluasi penawaran dan kualifikasi dengan metode RA hanya bisa dilakukan apabila dokumen  penawaran yang masuk kurang dari tiga peserta.

Vasco menambahkan, berdasarkan fakta, ada enam peserta yang mengajukan penawaran. Dari enam peserta tersebut, hanya tiga rekanan yang memenuhi persyaratan administrasi, teknis dan kualifikasi yakni CV. Anisa, CV Andika dan CV. Putra Pratama. “Nah, jika ketiganya telah lolos sampai ke tahap pembuktian, maka metode RA tidak bisa diterapkan. Kok Pokja terkesan memaksakan metode RA? Ini ada apa?,”tanya Vasco.

Pada tempat terpisah, Wakil Ketua I Asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sikka, Yoseph Mbele juga merasa ada kejanggalan dengan metode RA oleh Pokja. “Ada proses pengangkangan terhadap prosedur, apalagi rekanan hanya diberi waktu dua jam,” jelasnya.

Menurut Yoseph, hakekat dari Pokja adalah bukan semata-mata untuk mengejar siapa pemenang, tetapi juga ada nilai dan etika yang harus dijunjung sehingga proses pelelangan ini berlangsung adil dan bermartabat.

Yoseph berharap dalam bekerja Pokja jangan sampai keluar dari aturan. “Pedoman ada pada aturan. Ini terkesan di buat-buat. Kasihan teman-teman rekanan yang sudah berjuang secara prosedur. Ini bisa merusak semangat Kabupaten Sikka untuk menciptakan sistem  pemerintahan yang bersih,” tutupnya. (TIM-R2)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya