oleh

Ada Tersimpan Harta Karun Dibalik Keindahan Pulau Pangabatang

-SOSBUD-299 views

MAUMERE, MN – Siapa yang tak mengenal Pulau Pangabatang? Satu dari 10 gugus pulau di teluk Maumere yang terkenal dengan hamparan pasir putih disepanjang pantai yang membentang mengelilingi pulau tersebut.

Untuk menuju Pulau Pangabatang, para pengunjung harus menyewa kapal motor milik nelayan di Nangahale, seharga Rp. 500.000 untuk grup. Namun, apabila anda tidak ingn merogoh kocek terlalu dalam, anda bisa menggunakan jasa tour organizer Megu Mo’ong Nian Tana.

Yuppppsss ! hanya Rp.150.000. Murah kan?

Kembali tentang Pulau Pangabatang.

Jarak tempuh dari TPI Nangahale menuju pangabatang memakan waktu ± 1 jam perjalanan laut.

Sepanjang perjalanan, anda akan disuguhi panorama indah disekilingnya dengan pemandangan bukit dan gunung yang begitu mempesona yang sangat memanjakan mata.

200-300 meter sebelum masuk bibir pantai Pulau Pangabatang, anda telah disuguhi hamparan pasir putih yang sangat eksotik dengan suguhan taman bawah laut yang begitu indah.

Bukan hanya indah, ternyata Pulau Pangabatang juga menyimpan harta karun.

Alwi, salah satu nahkoda kapal yang sering mengantar tamu baik lokal maupun mancanegara mengeliling 10 gugus pulau di teluk Maumere mengisahkan, pada tahun 2018, ditemukan beberapa harta karun berupa tembikar yang bertuliskan huruf cina dan portugis, emas batang dan kerangka manusia ukuran besar yang masih memakai cincin pada jari manisnya.

Masyarakat setempat menduga, kerangka manusia tersebut adalah saudagar kaya yang pernah menginjakkan kakinya di Pulau Pangabatang karena terlihat dari cincin yang terdapat dijari manis kerangka manusia tersbut.

Menurut Alwi, penemuan tersebut bermula ketika warga setempat menggali lubang pembuangan jamban. Pada saat menggali, warga menemukan benda-benda berharga tersebut.

Dari keterangan Alwi, benda-benda antik berharga tersebut sebagiannya diambil oleh warga setempat dan beberapa dari benda tersebut telah dijual. Namun, sampai sekarang, masih terdapat beberapa benda antik penemuan tersebut.

Menurut Even Edomeko, yang pada saat itu bersama Maumere News melakukan wisata edukasi bersama Megu Mo’ong Nian Tana Grup mengatakan, warga setempat pernah melaporkan penemuan tersebut kepada Pemda Sikka. Namun, pada saat itu, pihak Pemda Sikka kesulitan karena harus mendatangkan arkeolog dari Kupang.

Hingga kini, penemuan harta karun di Pulau Pangabatang, belum diketahui banyak orang. (ACQ-R2)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya