oleh

Robi Idong Sebut APBD 2020 Turun Hampir 20 Persen

-POLITIK-364 views

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si atau Robby Idong menyebutkan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 mendatang, diproyeksi sebesar Rp. 1.013.905.777.773 atau turun sekitar 20 persen dari tahun 2019 yang mencapai Rp.1.270.750.000.000.

Hal itu disampaikan Bupati Diogo, dalam pengantar nota keuangan yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD pembahasan KUA PPAS APBD Kabupaten Sikka tahun anggaran 2020 di ruang sidang DPRD.

Dalam pidatonya, Bupati Idong menyebutkan, untuk Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2020 diproyeksikan sebesar Rp.121.440.000.000. Meski APBD secara keseluruhan menurun, namun PAD, Robby memprediksikan akan meningkat dari tahun 2019 sebesar Rp. 104.289.722.201.

Sementara itu, target dana perimbangan dipastikan menurun yang direncanakan sebesar Rp. 833.704.868.799, lebih kecil dari tahun 2019 sebesar Rp. 916.408.690.000.

Untuk sektor Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Pemda masih targetkan sama dengan Tahun 2019 sebesar Rp10.629.312.000. Sementara itu, Dana Alokasi Umum pun ditargetkan sama dengan Tahun 2019 sebesar Rp. 647.862.407.000. Sedangkan, untuk dana alokasi khusus belum dianggarkan sampai dengan ditetapkan alokasi dana alokasi khusus kepada Kabupaten/Kota Tahun 2019 oleh Menteri Keuangan.

Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah tahun 2020, Bupati menyebutkan, Pemda akan merencanakan sebesar Rp. 26.248.400.000. Nilai tersebut menurun cukup signifikan dari tahun 2019 sebesar Rp. 221.001.587.799, yang berasal dari penerimaan Hibah dari Pemerintah Pusat.

Idong di depan sidang paripurna juga mengatakan, untuk belanja operasional di tahun 2020, sebesar Rp. 587.785.686.041, dengan rincian belanja pegawai direncanakan sebesar Rp453.322.876.972, belanja barang dan jasa direncanakan sebesar Rp. 122.712.809.069, belanja hibah direncanakan sebesar Rp. 9.000.000.000, dan belanja bantuan sosial direncanakan tetap sebesar Rp.2.750.000.000.

Selain belanja operasional, Pemda juga memprediski, untuk belanja modal, direncanakan sebesar Rp. 205.620.091.732, belanja tidak terduga direncanakan sebesar Rp1.500.000.000, belanja transfer direncanakan sebesar Rp. 219.000.000.000, yang terdiri dari belanja bagi hasil sebesar Rp. 3.700.000.000 dan bantuan keuangan sebesar Rp. 215.300.000.000.(SON-R1)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya