oleh

Ratusan Tukik Jenis Penyu Hijau Dilepas Bupati Flotim

-POLITIK-202 views

LARANTUKA, MN- Sedikitnya ratusan tukik jenis penyu hijau dilepas oleh Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr. Agustinus Ogy, Ketua PKK Kabupaten Flotim, Ny. Lusia Gege Hadjon beserta sejumlah kelompok pengawas masyarakat (pokwasmas).

 Pelepasan ratusan tukik tersebut dilakukan secara bersama di Pantai Wisata Riangsunge, Kelurahan Ritaebang Kabupaten Flotim.

Bupati Hadjon dalam pernyataannya memberikan apresiasi positif terhadap usaha Pokwasmas Kelurahan Ritaebang yang sudah berupaya melakukan penangkaran penyu belimbing di kawasan pantai wilayahnya.

“Penangkaran yang dilakukan oleh masyarakat secara swadaya ini merupakan kepedulian masyarakat untuk menjaga habitat penyu hijau di perairan kita, yang spesiesnya terancam punah. Upaya ini tentunya pemerintah daerah terus menerus mendorongnya, agar tidak hanya dilakukan di perairan Ritaebang saja, tetapi secara meluas di kawasan pantai Flotim,” harap Bupati Hadjon.

Disinggung soal belum adanya bantuan pemerintah daerah terhadap upaya pengembangan ini, kata dia, bantuan pengembangan sudah pernah diberikan kepada kelompok Pokwasmas ini.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Pokwasmas Kelurahan Ritaebang, Kristo Werang mengaku, upaya penangkaran penyu hijau di kawasan Pantai Ritaebang, sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

“Hingga saat ini sudah sebanyak puluhan kali kita melepas tukik ke laut. Untuk jumlah sarang di daerah penangkaran, sudah sebanyak puluhan sarang. Kita terus berupaya agar induk-induk penyu yang lainnya pun akan bisa bertelur di kawasan penangkaran yang kami bangun secara sederhana,” akunya.

Dia menambahkan, upaya swadaya yang mereka lakukan tidak ditunjang dengan sarana yang memadai, sehingga mereka sulit untuk menetaskan telur-telur penyu.

“Kami juga kesulitan mengevakuasi telur-telur penyu yang bertelur di kawasan lain. Kami juga sering menerima laporan dari masyarakat terkait dengan sarang penyu, namun karena terbatasnya sarana pendukung, menyebabkan telur penyu sedikit saja yang menetas,” akunya.

Dia sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah Flotim untuk pengembangbiakan penyu belimbing di kawasan Pantai Ritaebang.

Dia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak lagi memburu penyu hijau di perairan Ritaebang dan sekitarnya.

“Kalau ada yang menemukan sarang penyu yang sedang bertelur, maka tolong informasikan kepada kami. Kami akan upayakan untuk mengambilnya dan mencoba menetasnya di tempat penangkaran kami,” pintanya.(ANI-R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya