oleh

Pengantin Pria Idap Leukimia : Inilah Kisah Pernikahan Tersedih di Sikka

-SOSBUD-13.098 views

MAUMERE, MN – Isak tangis haru mengiringi upacara pemberkatan nikah antara pasangan suami istri, Gregorius Sutrisno (29) dan Agnes Abong Boliona (25)  sekaligus pemberian minyak suci kepada Gregorius Sutrisno pada Kamis (18/07/19) di kediaman mereka, Misir Utara, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kebupaten Sikka.

Kedua sakramen itu, diberikan oleh Romo Christian Rudi Parera.

Pasalnya, sang pengantin pria sedang menderita sakit leukemia akut yang dialaminya sejak Januari 2019 lalu.

Suasana sedih dan haru menyelimuti jalannya upacara pemberkatan nikah dan minyak suci. Deraian air mata kedua pengantin dan semua keluarga dan tetangga yang hadir saat pengikraran janji nikah dan pemasangan cincin kedua pengantin.

Sang suami, Gregorius Sutrisno, yang hanya seorang tukang, kini harus menderita sakit parah dan terpaksa sang istri Agnes Abong Baliona berusaha mencari nafkah seorang diri untuk memenuhi biaya pengobatan sang suami dan biaya hidup kedua buah hati mereka yang masih kecil.

Pengantin wanita, Agnes Abong Baliona yang ditemui Maumere News beberapa saat setelah upacara pernikahan mengatakan, saat sang suami mengeluh sakit pada Januari lalu, dirinya mengajak sang suami untuk melakukan medical check up di salah satu laboratorium di Kota Maumere.

Hasil dari laboratorium tersebut ditemukan hemoglobin (Hb) sang suami sangat rendah dan dianjurkan oleh dokter untuk mengkonsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

Setelah mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokter, kondisi Gregorius Sutrisno membaik.

Namun, beberapa bulan kemudian, Gregorius Sutrisno kembali mengalami sakit dan semakin hari semakin parah dengan kondisi muka pucat dan berat badan turun drastis.

Melihat kondisi sang suami, Agnes kemudian mengajak sang suami ke RSUD Tc. Hillers Maumere guna melakukan medical check up kedua kalinya dan hasil yang diperoleh adalah sang suami mengalami penurunan hemoglobin (Hb) hingga angka 6 dengan leukosit sebesar 106 ribu.

Akhirnya, pihak rumah sakit menyarankan agar Gregorius Sutrisno di opname untuk mendapat perawatan media lebih intensif.

“Kami masuk rumah sakit dua kali dan di opname. Hasil diagnosa dokter itu bilang suami saya menderita sakit leukemia akut,” ungkap Agnes dengan berlinangan air mata.

Akibat sakit yang diderita, pihak RSUD Tc. Hillers Maumere merujuk Gregorius Sutrisno ke RSUD W.Z. Johanes Kupang dan rencananya akan diberangkatkan pada Jumad (19/07/19) melalui Bandara Frans Seda Maumere.

“Sebenarnya ada 3 rumah sakit yang ditawarkan, Makassar, Bali dan Kupang. Tapi kami pilih Kupang karena ada keluarga disana,” tutur Agnes dengan raut wajah sedih.

“Di Kupang kami ada keluarga, tapi kami tidak punya biaya untuk pengobatan yang cukup. Suami saya hanya seorang tukang. Saya memohon bantuan kepada Bapak Bupati Sikka supaya bisa bantu kami,” ucap haru keluar dari mulut Agnes sambil air matanya terus mengalir.

Agnes menambahkan, pihak keluarga pernah mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Sikka, namun, jawaban dari Dinas Sosial bahwa harus ada surat rujukan dari rumah sakit.

“Kakak pernah Dinas Sosial. Tapi mereka bilang harus ada surat rujukan jadi kami pulang. Waktu itu belum ada rujukan. Surat rujukan baru kami dapat hari ini. Kami juga sudah ke Bapak Bupati tapi kami tidak ketemu Bapak Bupati,” ungkap Agnes.

Lebih lanjut Agnes berharap, semoga Pemerintah Daerah Sikka, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sikka dan pihak-pihak lain mau membantu meringankan beban keluarganya karena suami yang menjadi tulang punggung keluarga harus menderita sakit parah.

Kedua pasangan suami istri ini telah memiliki dua orang anak yakni Maria F. Silvani (6) dan Agustinus Nong Bril (1,3).

Rencananya, Agnes ditemani kakak kandungnya untuk mengantarkan sang suami yang akan di rujuk ke RSUD W.Z Johanes Kupang pada Jumad (19/07/19) besok. (ACQ/TAM-R2)

“Menggugah Respon Pemda Sikka”

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya