oleh

Pasar Pagi Terbatas Ditutup, Pedagang Jualan di Gedung DPRD Sikka

-SOSBUD-996 views

MAUMERE, MN – Usai bertemu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada Selasa (02/07/19) pagi di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan Jenderal Ahmad Yani Maumere, para pedagang yang menuntut dibukanya kembali pasar pagi terbatas di TPI Alok mendatangi Kantor DPRD Sikka di Jalan Eltari Maumere.

Kedatangan para pedagang ke Kantor DPRD Sikka tersebut atas permintaan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat menjawab pertanyaan dari para pedagang.

Setibanya di Kantor DPRD Sikka, para pedagang tersebut langsung bertemu pimpinan dan beberapa anggota DPRD Sikka guna menyuarakan aspirasi mereka.

Tampak beberap pedagang yang menungu di luar gedung Kula Babong, menggelar  jualan mereka di halaman gedung milik rakyat tersebut.

Nurjanah, salah satu penjual asal wuring ditemui Maumere News di halaman gedung DPRD Sikka mengaku, penutupan pasar pagi terbatas tanpa pemberitahuan.

“Saat diresmikan katanya buka sampai jam 09.00 tapi saat penutupan kemarin kami tidak beritahu kami. Ini yang kami pertanyakan. Sedangkan kalau pindah ke Pasar Alok, kami belum dapat tempat disana. Saya lebih pilih jualan di TPI itu karena ramai,” tutur Nurjanah.

Dirinya mengaku, sudah berjualan di TPI sejak masih kecil. Dengan ditutupnya pasar pagi terbatas, dirinya mengaku kebingunan mencari tempat jualan dan terpaksa tetap berjualan di TPI Alok.

“Saya meminta kebijaksanaan pemerintah terhadap kami masyarakat kecil, kalau bisa TPI itu di tata lagi khusus kami penjual ikan,” ungkap Nurjanah.

Silfan Anggi, anggota DPRD Sikka dari Partai Nasdem dihadapan dua orang pimpinan DPRD Sikka dan 4 orang perwakilan pedagang pasar pagi terbatas, mengatakan, jika pada awalnya Bupati bersama DPRD Sikka mempunyai kesepakatan untuk membuka pasar pagi terbatas maka hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi.

“Kalau tempat itu, awalnya Bupati dan DPRD bicara bersama, kita atur yang bagus, tidak mungkin terjadi seperti ini. Saudara Bupati dengan hak prerogatifnya, dengan kuasanya yang luar biasa, membuka pasar pagi terbatas, dan dia pula yang tutup. Dia yang tutup lalu minta masyarakat datang ke kita,” tegas Politisi Nasdem tersebut.

Menurut Silfan, penetapan pasar pagi terbatas tidak sesuai dengan peruntukkannya. Pasar pagi terbatas adalah Tempat Pendaratan Ikan, bukan pasar.

Terkait permintaan para pedagang, Silfan Anggi mengembalikan keputusan kepada Bupati Sikka.

“Kembali lagi ke saudara Bupati. Sesuai aturan atau tidak. Kalau sesuai aturan dan ini untuk masyarakat, mari kita duduk bicara bersama, mari kita atur yang baik,” tambah Silfan.

Hingga berakhirnya pertemuan antara para pedagang dan pimpinan dan anggota DPRD Sikka, belum ada kesepakatan untuk membuka kembali pasar pagi terbatas di TPI Alok. Para pedagang tampak kecewa dan kembali membawa pulang jualan yang di bentangkan di depan Kantor DPRD Sikka tersebut. (ACQ-R2)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya