oleh

‘Ole-Ole’ untuk Desa Lewonama Solor Saat Deklarasi STBM

Laporan: Goe-Larantuka

Sederhana tapi meriah. Demikian kesan yang diperoleh saat deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dilaksanakan di Desa Lewonama Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur, Jumat (28/8/2020) lalu.

Kehadiran Orang Nomor Satu di Flotim itu pun, dimanfaatkan sungguh-sungguh oleh pemerintah desa dan masyarakat di desa itu. Banyak hal yang disampaikan Kepala Desa Lewonama, Andreas Mado Lewar dalam momentum tersebut.

Selain melontarkan kerinduan mereka akan perubahan wajah desanya, lewat sentuhan pembangunan infrastruktur maupun perubahan peningkatan kesejahteraan warga desanya, pemerintah desa setempat, berhasil membuat Bupati dan Ketua PKK Kabupaten Flotim takjub, akan inovasi dan kreatifitas yang tersaksikan tatkala menandatangani prasasti STBM.

Keduanya sungguh terpukau akan dandanan seni yang memagari prasasti STBM itu.

Sebagaimana yang disaksikan Media ini, langkah Bupati Anton Hadjon dan Ny. Lusia Gege Hadjon yang terapiti oleh Camat Solor Barat, Adrianus Kopong Herin dan Kades Lewonama, Andreas Mado Lewar pun mendadak berhenti, ketika tiba di tempat prasasti itu bertengger.

Menikmati kolam berair pancur dengan  lengkungan jembatan mini  di atasnya, Bupati dan Ketua PKK Kabupaten Flotim itu pun termangu-mangu-takjub, dan melontarkan pujian kepada Kepala Desa Andreas Lewar.

”Luar biasa…!” ungkapnya seraya mengikuti arahan Kades Lewonama itu menyebrangi jembatan menuju tempat prasasti.

Ayunan langkah yang diiringi dengan lengkingan sirene pembuka jurai penutup prasasti, menambah rasa kagum petinggi di Kabupaten Flotim tersebut.

”Luar biasa !” decak kagum Bupati Anton Hadjon berkali-kali !

Sebelumnnya, di sambutan pembukaannya, Kades Andreas Mado Lewar memanfaatkan momentun di kunjungan perdana Bupati Anton Hadjon, pasca 10 tahun Desa Lewonama berdikari sebagai sebuah desa otonom, mengalirkan sejumlah permintaan ‘ole-ole’ dari Pemkab Flotim, baik untuk desa dan masyarakat Lewonama, pun pula untuk kebersamaan desa-desa di wilayah utara Kecamatan Solor Barat.

Realitas mereka belum memiliki Polindes, serta kenyataan  sistem pengupahan yang amat menyedihkan pada barisan kader posyandu dan belum terakomodirnya sejumlah honorer komite menjadi tenaga kontrak daerah, termasuk para guru dan tenaga kependidikan di semua jenjang pendidikan yang berada di desanya, menjadi persoalan yang terlontar dalam laporannya di depan Bupati Hadjon.

Tak berhenti sampai di situ, kenyataan tingginya angka stunting (7 balita), dan sejumlah kenyataan menyedihkan lainnya, seperti aspek hunian maupun air bersih dan sertifikasi lahan pun terhaburkan dengan lantang oleh Kades Ande Lewar, sembari meminta Bupati Anton Hadjon untuk tidak jenuh mendengarkan dan meluluskan semua permintaan mereka itu.

Tidak mengkhususkan bagi desanya, dia pun meminta Bupati Flores Timur untuk bisa menjelaskan usulan yang telah dimenangkan oleh Kecamatan Solor Barat di Musrembang TA 2020 terkait pembangunan Puskesmas di wilayah utara Kecamatan Solor Barat, sebagai persiapan pemekaran Kecamatan Solor Utara (lepas dari Solor Barat).

“Ini belum seberapa Pak Bupati! Masih banyak permintaan lagi. Harap Pak Bupati dan rombongan, tidak bosan mendengarkannya. Maklum sudah 10 tahun berdiri sendiri sebagai desa otonom di Tahun 2010 lalu, kami baru kali ini dikunjugi seorang Bupati Flores Timur!” tegasnya.

Di hadapan Bupati, Kepala Desa ini pun meminta, bila ada program-program dari Kabupaten, tolong diarahkan juga desanya.

Sementara itu, Bupati Flotim, Anton Gege Hadjon, dalam kesempatan itu, mengajak Pemdes dan BPD Lewonama untuk memaksimalkan pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Bupati pun mengingatkan kepada pemerintah desa untuk selalu mensinergikan program Pemkab dan Pemprop NTT maupun Pempus.

Bupati Anton juga menambahkan lagi 3 rumah layak huni yang akan dianggarkan dalam APBD 2021 mendatang, dari 3 yang telah dianggarkan dalam APBDes Lewonama.

Orang Nomor Satu di Flotim ini pun memuluskan usulan minat Desa Lewonama pada program Pansimas di Tahun Anggaran 2021, serta berkomitmen memuluskan sertifikasi lahan milik warga Lewonama dan Pamakayo di kawasan Kreketukan.

Terkait dengan pengembangan perikanan di Solor, Bupati juga berkeinginan untuk mendorong budidaya ikan keramba di perairan utara Solor Barat, dari Desa Balaweling hingga perairan Desa Karawatung.

Persoalan tingginya angka stunting di desa tersebut, Bupati Anton Hadjon bahkan langsung mengingatkan Ketua PKK Kabupaten Flotim untuk harus ekstra memperhatikan kenyataan tersebut.

“PKK Kabupaten harus rutin datang ke Lewonama dan membantu percepatan penanganan masalah stunting tersebut. Untuk fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, kita akan anggaran juga di tahun anggaran 2021 mendatang,” tegasnya.

Di depan warga Desa Lewonama, Bupati juga menyetujui pemekaran Kecamatan Solor Utara.

Bahkan, dirinya pun meminta agar Sekertaris Dinas PMD dan Camat Solor Barat untuk menyiapkan usulan pemekaran itu, agar wilayah desa itu dan beberapa desa sekitarnya bisa pisah dari Kecamatan Induk Solor Barat.

“Cari ruang aturannya, dan uruslah segera. Biarlah kerinduan warga masyarakat di wilayah utara Solor Barat ini, saya jawab di masa kepemimpinan saya ini,” ungkap Bupati Anton Hadjon menegaskan komitmennya.

Sedangkan terkait keluhan tetap soal buruknya infrastruktur jalan yang terbentang di wilayah utara Kecamatan Solor Barat itu, Bupati Anton Hadjon lagi-lagi menegaskan komitmen yang telah dibuat Pemkab Flotim bersama Gubernur NTT, dalam kunjungan kerja Gubernur belum lama ini.

“Itulah jalinan kerja antara Pemkab dan Pemprov, apalagi Pak Gubernur sampai nginap di Solor. Bahkan saya sudah arahkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Flotim dan membangun koordinasi dengan pihak Pemprov, agar bisa memperjuangkan jalan negara di pulau Solor ini. Bantu doakan, agar perjuangan ini berhasil, sehingga kita berkonsentrasi pada ruas jalan Kabupaten,” urai Bupati Anton Hadjon yang disambut dengan tepukan tangan warga.***

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya