oleh

Norma Yunita, Wisudawati Unipa Maumere, Difabel yang Tak Pernah Menyerah dengan Keadaan

-SOSBUD-1.320 views

MAUMERE, MN – Keterbatasan fisik, tidak membuat Maria Norma Yunita Ngewi (32) berhenti dan putus asa untuk meraih masa depannya.

Berkat keuletan dan ketekunannya selama 4 tahun dalam menjalani pendidikan di Universitas Nusa Nipa Maumere, Norma, sapaan akrab wanita penyandang disabilitas ini, berhasil diwisuda pada Senin (02/09/19) di Kampus Unipa Maumere, Jalan Kesehatan, Maumere bersama 397 wisudawan/I lainnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen ini merupakan salah satu anak asuh di panti asuhan Yayasan Nativitas dibawah pimpinan Marie Jeanne Colson atau yang biasa disapa Mama Belgi.

Putri pasangan Erminoldus Emanuel Dewa dan Rosmini Luga ini, sejak kecil diasuh oleh Mama Belgi di Panti Asuhan Nativitas, Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Maria Norma Yunita Ngewi, yang ditemui Maumere News dihalaman kampus Unipa Maumere sesaat setelah acara wisuda angkatan ke 11 Universitas Nusa Nipa Maumere, mengaku, selama menjalani masa perkuliahan, dirinya tidak menemui hambatan karena teman-temannya beserta segenap civitas akademik Universitas Nusa Nipa Maumere menerima keadaan Norma sebagai seorang penyandang disabilitas.

“Penerimaan teman-teman dan para dosen terhadap saya dan beberapa teman-teman difabel di kampus ini sangat luar biasa sekali. Dari yayasan, rektor dan semua dosen serta teman-teman sangat welcome dengan kami,”ungkap putri asli Kewapante ini.

Dirinya juga mengaku, selama kuliah di Unipa Maumere, Norma tidak mau dirinya diekslusifkan secara pribadi karena kondisi fisiknya.

“Saya tidak mau dieksklusifkan secara pribadi. Karena belakangan ini kita dengar Pemerintah begitu memperhatikan penyandang disabilitas dengan konsep pendekatan berbasis inklusif. Artinya setiap manusia punya kesetaraan jadi tidak harus dieksklusifkan. Sehingga, yang dilakukan teman-teman dan bapak ibu dosen di Unipa adalah pendekatan inklusi, sehingga mereka tetap melibatkan saya dalam berbagai kegiatan kampus, itu yang membuat saya tidak mengalami kesulitan dan tidak merasa dikucilkan atau diasingkan” ungkap Norma yang mengaku menjalani Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Waioti.

Norma mengaku, sangat bahagia dihari wisudanya tersebut karena perjuangannya selama 4 tahun tidak sia-sia.

“Puji Tuhan, saya bahagia sekali. Buat saya, satu perjuangan hidup dan juga mungkin bisa menjadi motivasi bagi teman-teman difabel. Setiap proses yang dilalui tidak akan mengkhianati hasil dan saya bersyukur karena diberi kesempatan itu,” ungkap Norma yang didampingi Ibu kandungnya dan keluarga besar Yayasan Nativitas Maumere.

Maria Silvana Mariabel Garcia, salah satu dosen Fakultas Ekonomi Unipa Maumere, kepada Maumere News mengatakan, sangat bangga terhadap Norma Yunita.

Walaupun dengan keterbatasan, Norma selalu aktif dalam kelas dan dia selalu mau berusaha.

“Dia selalu aktif dalam kelas. Satu hal yang membuat saya terharu itu saat dirinya diminta maju kedepan kelas. Walaupun dengan susah payah, tapi dia tetap berjuang dan tidak putus asa,” ungkap Maria Silvana. (Acq/Eko-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya