oleh

Nikmati Roots Cafe di Punggung Bukit Habibuang Maumere

-SOSBUD-1.763 views

Laporan : Alberth Acquinaldo

Berkonsepkan natural, salah satu cafe baru di Kota Maumere, memanjakan pengunjungnya. Dibangun di atas perbukitan seluas 1 hektar lebih dan kurang lebih 3 km dari bibir pantai Maumere, dari cafe ini, anda bisa menyaksikan wajah Kota Maumere dari ketinggian.

Bukan hanya itu, pemandangan dari ketinggian itu pun, anda bisa menyaksikan aktivitas Bandara Frans Seda.

Cerita dari Dusun Habi Buang, Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, dituturkan pemiliknya, Firman, sambil meneguk tua di dalam korak tua.

Roots Cafe, bukan hanya memanjakan pengunjungnya, tetapi juga melayani setiap tamu dengan ramah.

Pemilik Roots Cafe, Firman saat ditemui di salah satu lopo menuturkan, konsep natural yang dikembangkannya berawal dari keinginannya membangun sebuah cafe yang menampilkan kearifan lokal Nian Tana.

Jadi tak heran, anda disuguhkan proses pembuatan moke, dari proses iris atau Kare Tua, sampai dengan proses penyulingan atau Api Tua. Anda juga bisa menikmatinya yang disuguhkan dengan tuir dari sebilah bambu.

“Suasananya asyik, saya sangat suka. Karena selain kita bisa duduk menikmati pemandangan Kota Maumere, Roots Cafe, hadir dengan konsep yang bisa di bilang sangat eksotik. Cafe dengan daya pikat alam yang masih perawan ini memanjakan pengunjung dengan menyuguhkan pemandang Kota Maumere dan Teluk Maumere yang membentang luas di arah utara yang dapat dinikmati dari atas ketinggian menara pemantau,” ujar Sandro, salah seorang pengunjung.

Bangunan Berbentuk Lopo

Bernuansa alami, pemiliknya berjuang membangun 4 lopo di atas kemiringan tanah sekitar 60 derajat. Empat lopo itu diberi nama-nama asli Sikka, 3 lopo masing-masing mewakili nama kampung yang ada di Desa Langir dan 1 nama kampung yang ada di Desa Habi.

Konsep lopo pun dibangun dengan tetap memperhatikan keasliannya. Meja dan kursinya terbuat dari kayu sederhana yang alami. Bahkan, konsep pembuatan lopo tidak menggunakan bahan bangunan non lokal.

Di tengah taman, dibangun sebuah panggung utama dengan pelataran sederhana sekitar 8 x 8 meter untuk aktivitas melantai saat acara hiburan.

“Kalau malam minggu kami tampilkan live music beruansa reggae. Dan kalau malam minggu memang cukup ramai, dibandingkan dengan hari-hari biasa,” ujarnya.

Di depan panggung utama, dibangun sebuah menara dari kayu setinggi hampir 5 meter. Dari atas menara itulah, wajah Kota Maumere dan indahnya Teluk Maumere kelihatan begitu seksi setelah dipoles dengan suasana senja.

Menu yang Menggoyang Lidah

Menu ala Roots Cafe adalah menu kampung-kampung tradisional. Meski menu tradisional, namun rasanya seperti di restaurant internasional, akan tetapi harganya kaki lima.

Ikan Bakar Sambal Mata plus Kuah Asam atau dalam bahasa daerah setempat disebut Lurun Mage Wair menjadi salah satu menu special Roots Cafe. Bahkan, menu-menu lainnya pun sangat memanjakan lidah para pengunjungnya.

Selain itu ada juga berbagai macam juice dan juga menu-menu lokal ala Roots Cafe. Hot drink dan cold drink pun disediakan setiap saat untuk memudahkan pengunjung.

“Saya lebih tertarik dengan menu utamanya, karena meski berada di pegunungan, kita menikmati makanan tradisional. Saya juga senang menikmati suasana malam, karena lampu yang remang-remang bisa menghangatkan suasana bersama istri saya. Serasa kita kembali ke masa muda,” ujar Vian, pengunjung lainnya.

Nah, tunggu apalagi, segera kunjungi Roots Cafe sekarang juga. Karena ketika anda terlambat memesannya, maka tempat sudah terisi. Atau jika ingin memesannya lebih awal, tinggal hubungi kontak 0813-3940-0319. Menikmati Roots Cafe, seperti anda sedang meramu mimpi-mimpi besar anda menjadi kenyataan, tanpa satu pun yang tersisa.***

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya