oleh

Meski Covid 19, Kopdit Pintu Air Target 300.000 Anggota dengan Aset Capai Rp. 1,8 Triliun

-EKBIS-363 views

MAUMERE, MN- Meski di tengah pandemi covid 19, KSP Kopdit Pintu Air terus melakukan pengembangan usahanya, dengan menargetkan anggota sebanyak 300.000 orang di tahun 2020 ini dengan aset mencapai Rp. 1,8 triliun.

Hal itu ditegaskan Ketua Kopdit Pintu Air, Jakobus Jano, kepada sejumlah wartawan, usai mengikuti Misa Syukuran 25 tahun Kopdit Pintu Air dan Peluncuran Buku Mengalir Sampai ke Hati, di Dusun Rotat Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Jumat (26/6/2020).

“Untuk jumlah anggota kita saat ini sudah mencapai 231.477 orang, itu per Desember 2019. Untuk Juni saat ini sudah mencapai 242.140. Artinya, kita harus terus bergerak untuk menambahkan jumlah anggota kita, sehari 2.000 anggota baru. Sehingga masyarakat ingin bergabung, silakan bergabung. Karena dari sini, kita bisa memperbaiki ekonomi kita sendiri dan banyak yang sudah mendapatkan manfaatnya,” tegas Jano.

Dikatakan, untuk mengembangkan koperasi sebesar Pintu Air, harus memiliki komitmen yang kuat.

“Saya selalu bilang di mana-mana, bahwa ada 4 pilar besar yang mesti kita dorong bersama, kerja bersama untuk mencapai tujuan bersama yakni pertama adalah anggota. Karena anggota ini adalah pokok dan raja, maka pelayanan kita harus lebih memuaskan. Kedua yakni pengurus, ketiga pengawas dan keempat adalah managemen,” ujarnya.

Diakuinya, saat ini memang jumlah anggota per Desember 2019 lalu sebanyak 231.477 dengan jumlah aset mencapai Rp. 1,2 triliun, namun di tahun 2020 ini, dirinya menargetkan mencapai 300.000 anggota dengan aset mencapai Rp. 1,8 triliun.

Untuk usaha, kata dia, tetap bergerak di bidang sektor riil, diantaranya yakni sektor ril, koperasi simpan pinjam, lalu kemudian sudah mulai dikembangkan minyak kelapa, garam, termasuk sektor jasa seperti swalayan, kendaraan, Media Ekora, pariwisata, air minum dan SPBU.

“Kita akan terus bergerak dengan komitmen yang sama yakni Kau Susah, Saya Bantu, Kau Susah, Saya bantu, kita akan terus berproses dengan tetap mengedepankan komitmen bersama ini,” sambungnya.

Di akhir keterangannya, Jano juga tidak menampik, jika dampak pandemi covid 19 juga memberikan pengaruh besar terhadap penerimaan pihaknya.

“Untuk itu, kita akan melakukan revisi lagi, karena kemarin target yang kita buat ini sebelum adanya pandemi covid 19. Namun, tetap kita optimis, pertumbuhan di semester terakhir di tahun 2020 ini, akan berjalan lebih baik meski di target semester sebelumnya mengalami penurunan yang significant,” pungkasnya.(SON/MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya