oleh

Mengintip Ketulusan Bupati Sikka saat Bertemu Rakyat Kecil di Tuwa Tanawawo

MAUMERE, MN- Pemimpin tidak hanya duduk di balik meja dan memerintahkan bawahannya untuk melaksanakan visi dan misinya. Akan tetapi, pemimpin harus turun ke rakyatnya, duduk dan mendengar apa yang disampaikan rakyatnya, merasakan apa yang dirasakan rakyatnya, bahkan tinggal dan tidur bersama rakyatnya.

Itulah yang dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, selama 6 bulan terakhir di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Romanus Woga.

Sabtu (7/12/2019), Mantan Camat Nelle ini mengunjungi 4 desa terisolir di wilayah Paga, yakni 3 desa di Kecamatan Tanawawo (Desa Tuwa, Poma dan Wolorega) serta Desa Wolodhesa di Kecamatan Mego.

Pantauan wartawan, banyak hal yang disampaikan oleh masyarakat dari ke empat desa tersebut. Mulai dari akses jalan yang belum ada, hingga kepada ketersediaan listrik dan air bersih di wilayah itu, termasuk sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan.

Beberapa warga yang penuh semangat bercerita bersama Bupati. Nampak tidak ada sekat antara pemimpin dengan rakyatnya. Canda tawa dilakoni seorang Robby Idong, sapaan akrabnya dengan warga setempat. Beberapa tua adat dan pemuka masyarakat pun terus menyampaikan soal kesulitan yang  mereka hadapi. Salah satunya yakni pengembangan pertanian dan perkebunan di wilayah itu.

Bupati Idong dalam kesempatan itu mengatakan, untuk kawasan 4 desa tersebut, dalam tahun anggaran 2020 mendatang, pihakanya akan mencari alternatif agar tanaman vanili bisa dikembangkan di wilayah tersebut. Bahkan, Bupati juga mengaku, jika pemerintah daerah terus konsen memberikan perhatian yang serius kepada wilayah-wilayah potensial yang hingga saat ini belum mendapatkan jamahan dari pemerintah daerah.

Bupati Idong dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani idong pun disuguhkan dengan nyanyian adat. Dalam alunan syair-syair yang dibawakan oleh kaum perempuan ini, salah satu pesan yang tersirat yakni pemimpin jangan lupa akan rakyatnya. Bahkan, salah satu syair tersebut, mereka menggambarkan betapa beraninya seorang Bupati untuk rela menembus medan berat untuk bertemu dengan rakyat kecilnya.

Alunan syair-syair pun berakhir setelah suasana kekeluargaan itu dilanjutkan dengan resepsi bersama oleh ribuan warga yang hadir dalam kesempatan itu.

“Bupati Idong, Kau memang hebat,” ujar salah seorang warga Desa Tuwa keceplosan saat berjabat tangan dengan Orang Nomor Satu di Sikka ini.(SON-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya