oleh

Mengenal dari Dekat, Si Pelantun Lagu ‘Kasih Ami Lau Ata Nian’

-PARIWISATA-5.346 views

MAUMERE, MN- Lagu ‘Kasih Ami Lau Ata Nian’, merupakan salah satu lagu terpopuler di daratan Flores NTT saat ini. Bukan hanya di NTT saja, namun lagu itu pun kini mulai masuk ke seluruh kawasan di Indonesia bagian Timur.

Namun, siapa sangka, pelantun dan penggubah lagu yang cukup terkenal itu, hanyalah orang biasa yang telah mampu meraup keuntungan ganda dari lagu yang diciptakannya bersama Kapten Purek itu?

Dia adalah Gusti Senda, lahir dan besar di Kota Maumere, 23 Agustus 1994.

Anak kedua dari 3 bersaudara ini, saat ini tengah mempersiapkan 4 album terbarunya. Namun, album terbarunya itu, masih dirahasiakan.

Ditemui www.maumerenews.com di kediamannya, Minggu (6/9/2020), Gusti Senda, nama aslinya, sedang bersantai ria. Namun, dari aktivitasnya, dia terlihat sedang mencari suasana baru untuk mengubah beberapa album lagi untuk dipersiapkan ke depannya.

“Kalau mau cerita perjalanan saya dalam dunia musik ini, memang panjang ceritanya. Tetapi intinya, saya sendiri mulai berkarier di bidang musik ini sejak tahun 2012 lalu. Waktu itu, memang saya mulai rilis album pertama saya, Aku Tanpamu versi slow rock berbahasa indonesia, yang baru diupload tahhun 2014 lalu. Saat ini sudah ditonton oleh 116 ribu orang,” ujarnya.

Dia pun mengaku, hingga saat ini, jumlah subscribe melalui channel youtubenya sudah mencapai 65.000 dan jutaan yang menonton.

“Memang dalam meniti karier di tengah musik saat ini, kita harus pintar-pintar mencari cela, mana trend musik yang diminta oleh publik. Sehingga beberapa album kita buat dalam group, tetapi untuk album solo, sudah dua puluhan album yang sudah saya buat,” aku mantan bar tender di Makassar ini mengaku.

Disinggung soal rekamannya, kata dia, untuk semua albumnya, dia sendiri merekamnya di Centrum Studio Kota Maumere.

“Kalau untuk lagu yang paling banyak digandrungi, memang lagu Pantun Rakat. Terakhirnya ini, lagu yang saya buat lagi yakni Sa Cuma Rindu dan Wineng atau Kasih Ami Lau Ata Nian.

Dikejar lagi soal bagaimana mencipta lagu dengan kondisi musik daerah yang harus bersaing ketat dengan industri musik nasional, kata dia, biasanya dia menciptakan lagu berdua dengan Kapten Purab.

“Biasanya memang hanya dengung-dengung saja, tanpa alat musik. Tetapi tergantung dari situasi, terkadang pakai gitar atau pakai piano,” akunya.

Dikatakan, musik daerah yang saat ini lagi hot adalah musik-musik pesta yang tentunya harus diatur baik dengan peluang pasar, sehingga bisa diterima oleh publik.

Ditanya lagi soal Omset pendapatan dari YouTube, kata dia, tergantung dari jumlah like dan subscribe.

“Terkadang masuk di rekening hingga belasan juta per bulannya. Itu pun naik turun fluktuatif,” kata pria yang memiliki khas lesung pipi ini.

Disinggung soal bagaimana dengan adanya pihak lain yang mengambil lagu-lagu miliknya dan dimasukan dalam bisnis Tiktok yang saat ini lagi tenar, kata dia, memang managementnya dari USA sudah melakukan berbagai cara agar karya-karyanya tidak dicopot oleh industri musik lainnya.

“Kalau memang mereka ambil, tentu harus berurusan dengan managemen saya. Artinya, untuk saat ini masih aman, karena jika tanpa pembayaran ke penyanyi aslinya, akan diblokir youtube,” ujarnya.

Terkait dengan persaingan di dunia musik, khususnya musik daerah, kata dia, dirinya merasa tidak pernah bersaing dengan pihak lain.

“Sebagai petarung memang kita harus bisa melakukan berbagai inovasi agar bisa diterima oleh publik. Artinya, mulai dari musiknya, syairnya hingga aransemennya, semua harus dihitung matang-matang,” akunya.

Sejumlah album miliknya, telah mengharumkan nama Kabupaten Sikka melalui blantika musik daerah, karena belum ada respon positif dari pemerintah daerah, baik itu Kabupaten Sikka maupun Provinsi NTT, dia sanat berharap agar ke depannya, pemerintah tidak hanya memikirkan pengembangan pariwisata melalui berbagai usaha promosi yang ditangani pemerintah sendiri, tetapi bisa bekerja sama dengan musisi, khususnya, penggiat musik daerah khususnya di Sikka, agar dalam album mereka bisa menampilkan pariwisata Kabupaten Sikka khususnya, dan NTT pada umumnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya