oleh

KTI Korasang Manu Walu Sikka, Pekerjakan 25 Penenun

-HUKRIM-744 views

MAUMERE, MN- Pengembangan ekonomi produktif masyarakat di bidang tenun ikat di Kabupaten Sikka, telah memberikan dampak yang cukup baik untuk peningkatan ekonomi keluarga. 

Salah satu kelompok tenun ikat (KTI) yang terus bergerak naik saat ini yakni KTI Korasang Manu Walu yang berlokasi di Desa Takaplager Kecamatan Nita Kabupaten Sikka.

Ketua KTI Korasang Manu Walu,  Maria Nona Yant saat dikonfirmasi di rumah jabatan Bupati, Kamis (5/12/2019) mengatakan, pihaknya sangat kesulitan untuk memasarkan hasil produksi mereka ke pasaran.

“Terus terang, kami memang kesulitan untuk pemasaran. Meski demikian, kita terus beraktivitas menenun. Pemasaran yang cukup laku ketika ada hajatan, itu pun dibeli dengan harga yang rendah dan tidak dalam jumlah yang banyak. Kami berharap agar pemerintah daerah bisa membantu kami dalam hal pemasarannya,” ujar Maria dan didampingi dua anggotanya saat bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong.

Kelompok tenuj ikat dari Natar Guru itu pun meminta agar bupati memberikan perhatian kepada kelompok tenun ikat miliknya, dalam hal pelatihan pewarna alam dan pewarna kimia, serta tips-tips dalam hal managemen pemasaran.

“Selama ini, kita secara swadaya untuk pengadaan benang dan pewarna alam. Itu pun merupakan hasil kreasi sendiri. Jumlah kami memang banyak, yakni 25 orang. Kami kesulitan juga di bahan baku dan benang. Tetapi selama ini meski sulit, namun agak lumayan, kami tetap semangat menenun. Bahkan pewarna alam kami kreasikan sendiri. Hal ini dalam rangka untuk menjaga kualitas tenun ikat di Sikka sekaligus sebagai upaya pelestariannya,” ujarnya.

Dia juga meminta bantuan Bupati Sikka dan Ketua Dekranasda Kabupaten Sikka untuk mencari investor dan pemasaran hasil tenun ikat miliknya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya