oleh

KSP Pintu Air Memerdekakan Petani Kelapa di Sikka

-SOSBUD-178 views

MAUMERE, MN – Ditengah merosotnya harga komoditi di Kabupaten Sikka yang berdampak pada nasib para petani, termasuk petani kelapa, KSP Pintu Air membuat sebuah terobosan baru dengan merintis sebuah unit usaha rumah produksi dan pengolahan minyak kelapa mentah (crude coconut oil) menjadi minyak goreng kelapa.

Terobosan ini merupakan jawaban atas sekelumit persoalan masyarakat petani Kabupaten Sikka khususnya para petani kelapa.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajemen KSP Pintu Air, saat melaunching transaksi perdana minyak kelapa mentah yang diawali dengan apel memperingati HUT RI ke 74 di halaman Kantor Pusat KSP Pintu Air, Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka pada Sabtu (17/08/19).

Menurut Yakobus Jano, Ketua KSP Pintu Air, terobosan tersebut, merupakan upaya KSP Pintu Air untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KSP Pintu Air  dan peningkatan ekonomi rumah tangga masyarkat Kabupaten Sikka pada umumnya.

“KSP Pintu Air akan beli minyak kelapa mentah dari petani. Selama ini mereka terbelenggu dengan harga pasar yang sangat tidak berpihak kepada mereka,” ungkapnya

Berno Letepung, Penanggungjawab Rumah Produksi Minyak Kelapa Mentah KSP Pintu Air menyebutkan, kekecewaan petani kelapa terhadap merosotnya harga komoditi kopra, membuat para petani kelapa terpaksa menjual secara gelondongan yang sebenarnya bisa diolah lagi menjadi produk turunannya misalnya dengan menjadikannya sebagai minyak kelapa.

“Petani kelapa akan diberdayakan melalui pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa. Minyak kelapa mentah tersebut akan dibeli oleh KSP Pintu Air yang kemudian akan diolah lagi menjadi minyak goreng kelapa bermutu tinggi dan secara kwalitas tidak akan kalah bersaing dengan minyak kelapa sawit yang sekarang beredar dipasaran,” ungkap Berno.

Disinggung mengenai harga jual minyak goreng kelapa yang akan diproduksi, Berno mengatakan pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait hal itu.

Jhon Abeng, salah satu petani yang hadir pada pelaunchingan tersebut mengatakan, dirinya merasa dengan adanya terobosan dari KSP Pintu Air tersebut, dirinya sebagai petani kelapa merasa sudah merdeka sesungguhnya karena bisa keluar dari kesulitan ditengah merosotnya harga komoditi kelapa dipasaran.

“Saya bersyukur karena KSP Pintu Air mau beli minyak mentah dengan harga Rp.12.000/kg. Kalau dipasar banyak yang jual dengan harga Rp.5.000. Jadi kami merasa merdeka,”ungkap Jhon. (ACQ-R2)

 

 

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya