oleh

Keuskupan Maumere Gelar Hari Pangan Sedunia di Lekebai, Sederhana Namun Bermakna

-EKBIS-136 views
MAUMERE, MN- Keuskupan Maumere, Rabu (06/11/2019) pagi, menggelar kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Seminar ke 39 bertempat di aula pastor Paroki Lekebai Kecamatan Mego Kabupaten Sikka.
 
Kegiatan hari pangan sedunia didahului dengan misa yang dipimpin oleh Vikaris Jendral keuskupan Maumere RD. Teleforus Jenti, O.Carm yang didampingi oleh sejumlah konselebran.
 
Kegiatan  hari pangan sedunia ini mengusung tema, inovasi teknogi pertanian untuk merespon perunahan iklim dan ketersediaan pangan komunitas.
 
Vikjen Keuskupan Maumere, RD. Teleforus Jenti, O.Carm dalam sambutan menjelaskan, pertanian di wilayah ini bisa dikembangkan dengan baik, jika para petani kita rajin bekerja keras dan terutama meminta pertolongan dari Tuhan, sebagai sumber kekuatan.
 
“Doa Bapa Kami merupakan kekuatan kita yang paling besar. Berilah kami rejeki hari ini, merupakan sebuah kalimat permohonan. Untuk itu, jika kita rajin bekerja dan terus memohon pertolongan dari Tuhan, maka berkat untuk pertanian kita akan semakin baik,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan itu, dia juga meningatkan kepada para petani untuk budayakan rasa malu untuk membakar hutan. Karena dengan membakar, maka hutan akan menjadi gundul dan tidak memberikan sumber mata air bagi kehidupan kita dan tanah pertanian kita ke depan.
 
Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengatakan, tentunya dalam pertanian mesti harus ada inovasi-inovasi sehingga lebih memberikan kemudahan bagi petani dalam mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak. Namun inovasi tersebut harus ramah lingkungan, karena perubahan iklim yang semakin cepat ini harus kiita antisipasi untuk menyediakan pangan bagi masyarakat.
 
Sementara itu, Ketua panitia HPS se Dunia sekaligus Camat Mego Alwan Mamud, SE menjelaskan tujuan dari kegiatan HPS se dunia mempererat kerja sama berbagai pihak untuk kedaulatan pangan komunitas dalam perubahan iklim.
 
Dia juga menambahkan, kegiatan ini pun dilaksanakan untuk memperkuat kerjasama pembangunan, koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen, pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan kedaulatan pangan komunitas.
 
Selain itu, tambah dia, kegiatan ini pun diharapkan dapat memberikan motivasi pola hidup dan tindakan dalam menjaga kedaulatan pangan.
 
Turut hadir dalam kegiatan yakni selain Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo S.Sos, M.Si, tetapi juga sejumlah pimpinan OPD, para Camat, para kepala desa se Kecamatan Mego, kelompok tani dan utusan paroki.(MAR/REN-R1)
Bagikan

Komentar

Berita Lainnya