oleh

Kepala Perumda Wair Pu’an Akui, Debit Mata Air Wair Pu’an Alami Penurunan

-EKBIS-195 views

MAUMERE, MN- Mata Air Wair Pu’an di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat di Kota Maumere dan masyarakat Nita. Namun, hingga saat ini debit airnya mengalami penurunan dengan kapasitas 20 liter per detik dan posisi sekarang menjadi 8 liter per detik.

Hal ini disampaikan Dirut PERUMDA Wair Pu’an Kabupaten Sikka, Fransiskus Laka, ketika memberikan keterangan pers di lokasi mata air Wair Pu’an, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita,  Kabupaten Sikka, Propinsi NTT, Senin (17/8/2020).

Dia mengatakan, sumber mata air Wair Pu’an memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya daerah Perkotaan sejak pembentukan PDAM pada tahun 1983.

“Namun dalam perjalanan debet air mengalami penurunan hingga 50 persen. Dengan adanya kondisi ini, solusinya adalah pemerintah daerah harus memberi perhatian serius serta berkonsentrasi penuh untuk melakukan penghijauan di area  sumber mata air,” tegasnya.

Dalam keterangannya, dia juga menyebutkan, ke depan pihaknya merencanakan pembangunan bendungan untuk menampung air hujan.

“Ini dimaksudkan agar posisi air di persawahan petani di kawasan ini tetap terus terjaga, karena akan ada sumber air yang baru. Memang sebelumnya, masyarakat biasa 3 kali menanam dalam setahun, sekarang menjadi satu kali dalam setahun. Dan kalau ada debit air yang baru, maka dipastikan persawahan masyarakat tetap terjaga dengan tetap bercocok tanam 2 kali atau bahkan 3 kali dalam setahun,” jelasnya.

Karena debit air semakin berkurang, lanjut dia, saat ini Perumda Wair Pu’an mengambil air 8 liter per detik ke Kota sementara untuk Nita 3 liter per detik.

Frans Laka berharap agar terjalin kerjasama antara semua pihak baik itu pemerintah, DPRD sikka, pihak Perumda maupun masyarakat pusat Desa Ladogahar agar debit air ini kembali normal.

“Jika ada dana, baik dari desa, dana daerah maupun lainnya, kita akan gunakan pompa air untuk dialirkan ke seluruh Desa Ladogahar. Mudah-mudahan tahun 2021 mendatang kerinduan masyarakat Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka bisa terjawab,” tambahnya.

Dalam keterangannya, dia pun menjelaskan soal perubahan nomenklatur PDAM Sikka menjadi Perumda.

“Hal mendasar terjadinya perubahan nama PDAM Sikka menjadi PERUMDA Wair Pu’an dengan dasar hukumnya,  yakni  Peraturan Pemerintah Nomor  23 Tahun 2017 tentang  seluruh Perusahaan Daerah harus berubah menjadi perusahaan umum daerah atau Persero,” jelasnya.

Oleh karena itu, DPRD  Kabupaten Sikka  melalui kajian dan pertimbangan bersama pemerintah daerah telah memutuskan serta menetapkan PDAM Sikka menjadi PERUMDA Wair Pu’an Kabupaten Sikka.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya