oleh

Kejari Sikka Temukan Adanya Dugaan Penyalahgunaan Dana di 2 Desa

-HUKRIM-2.705 views

MAUMERE, MN- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Azman Tanjung, SH menyebutkan, pihaknya telah menemukan adanya dugaan penyalahgunaan keuangan Negara pada pengelolaan alokasi dana desa di Kabupaten Sikka tahun 2019 ini.

Kejaksaan Negeri (Kejari) pun tidak akan tinggal diam memproses penyalahgunaan keuangan Negara di wilayah hukum Kejari Sikka.

“Ada dua desa yang telah menjadi temuan kita, yakni Desa Dobo Kecamatan Mego dan Desa Done di Kecamatan Magepanda. Setelah kita melakukan penyelidikan, kita menemukan adanya kerugian Negara sekitar Rp. 100 juta lebih. Bahkan, kasus ini sudah kita tingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tegas Kajari Azman, saat ditemui, Rabu (3/7/2019) di ruang kerjanya.

Dia menyebutkan, beberapa saksi kunci, akan segera dipanggil oleh tim penyidik dalam waktu dekat.

“Untuk penetapan tersangkanya, kita masih butuh proses penyidikan. Dari penyidikan tersebut, barulah bisa kita tetapkan siapa-siapa yang menjadi tersangka dalam kasus penyelewengan dana desa di dua desa ini,” tegasnya.

Disinggung, apakah kemungkinan besar akan ada keterlibatan pihak lain, kata Kajari Azman, terkait dengan hal itu pun masih sangat terbuka.

“Kalau ada pihak yang terlibat dalam kasus ini dan disertai dengan bukti-bukti yang akurat, tentunya tidak menutup kemungkinan,” imbuh Kajari lagi.

Dikatakan, terkait dengan pengelolaan dana desa, sudah menjadi atensi bersama oleh beberapa instansi, diantaranya, Kejaksaan, Kepolisian dan Inspektorat sendiri.

“Ada upaya preventif yang mestinya dilakukan, namun jika dalam prosesnya tersebut, tidak ada upaya perbaikan, maka kita lanjutkan dengan tindakan progresif. Kalau sudah ada seperti itu, biasanya, Inspektorat langsung kirimkan ke kita untuk proses. Atau bisa kita langsung turun lapangan untuk tindaklanjuti,” jelasnya.

Terkait dengan proses hukum penyalahgunaan yang telah dan sedang dilakukan oleh Kejari Sikka, kata Orang Nomor Satu di Kejaksaan Negeri Sikka ini, sudah sebanyak belasan kasus, baik itu penyelidikan, penyidikan, penuntutan sampai pada putusan.

Meski demikian, Kajari Azman juga menyebutkan, tidak menutup kemungkinan beberapa kasus lain, akan menjadi target penyelidikan oleh pihaknya. Namun Kajari, belum berani untuk menyampaikan hal itu, karena masih dalam proses penyelidikan.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya