oleh

Kasus Tipe-X Berhenti Ditangan Sentra GAKKUMDU Sikka

-POLITIK-830 views

MAUMERE, MN – Kasus penggunaan tipe-x pada pemilu 2019 yang dilaporkan Amandus Ratason, sebagai salah satu calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa nomor urut 3 sebagai pelapor harus dihentikan oleh Penegak Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Sikka pada, Rabu (12/06/2019).

Pasalnya, dalam Surat Pemberitahuan Status Laporan oleh Bawaslu Sikka tertanggal 12 Mei 2019, menyatakan status laporan Amandus Ratason atas dugaan penggelembungan suara dan penggunaan tipe-x di Kecamatan Hewokloang DIHENTIKAN.

Dalam surat tersebut, Bawaslu menyatakan bahwa alasan pemberhentian kasus tersebut adalah, pertama, unsur PPK terpenuhi karena terlapor adalah anggota PPK Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka, kedua, unsur kesengajaannya tidak terpenuhi karena PPK sebagai pihak terlapor tidak mengakui adanya penggunaan tipe-x/keterangan PPK tidak mengetahui, tidak ada satupun saksi yang melihat dan mengetahui siapa anggota PPK yang menggunakan tipe-x dan tidak mengetahui angka yang dirubah. Ketiga, unsur mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi hasil perolehan suara tidak terpenuhi karena, keterangan KPU menyatakan C1-Salinan tidak bisa tidak bisa dijadikan pembanding untuk mengetahui perubahan, print out berupa foto C1-Plano yang diserahkan pelapor tidak didukung dengan alat sarana (Handphone) beserta Memory Card untuk mengambil atau mendokumentasikan C1-Plano, Tidak ada aturan atau dasar hukum yang mengatur tentang pembukaan kotak PPK ditingkat Kabupaten untuk melihat atau memeriksa dokumen C1-Plano yang diduga di Tipe-x.

Menanggapi surat pemberitahuan tersebut, Petrus Aull Sobalokan, SH dan Nur Khalid Majid selaku tim kuasa hukum Amandus Ratason mempertanyakan alasan-alasan pemberhentian status laporan Bawaslu Sikka tersebut dengan menolak keputusan Gakkumdu Sikka.

Menurut Sobalokan, kotak suara adalah barang milik Negara yang dijaga dan dikawal dan PPK Kecamatan Hewokloang adalah pemegang kunci kotak suara tersebut. Sangat tidak mungkin orang yang tidak berkepentingan berada disekitar kotak suara tersebut.

Lanjutnya, fakta yang terjadi bahwa pada saat pleno KPU tingkat Kabupaten untuk Kecamatan Hewokloang pada, Senin (07/05/2019) bertempat di Biara Karmel, Jalan Wairklau Maumere, PPK Kecamatan Hewokloang mengakui adanya penggunaan tipe-x yang diperkuat dengan bukti adanya coretan pada C1 Plano setelah Bawaslu Sikka merekomendasikan untuk membuka kotak suara.

“Penyidik Sentra Gakkumdu tidak menggali keterangan yang lebih detail, sehingga mengehentikan proses perkara ini,” tutup pengacara muda ini.

Aswan Abola, Komisioner Bawaslu Sikka kepada awak media saat dikonfirmasi pada Kamis (12/06/2019) pukul 00.05 terkait hal ini mengatakan, proses perkara telah selesai sesuai dengan jangka waktu 14 hari.

Aswan menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut, kemudian dilakukan pembahasan bersama kejaksaan.

Dari hasil pembahasan tersebut bahwa unsur-unsur yang disangkakan pada pasal 551 UU Nomor 7 Tahun 2017 tersebut tidak semua unsur terpenuhi.

“Dari hasil pembahasan bersama tersebut kami sepakat untuk menghentikan proses perkara ini,”jelas Aswan. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya