oleh

Kapolda NTT Sebut, RB Rentan Penularan Penyakit

-HUKRIM-708 views

MAUMERE, MN- Kapolda NTT, Irjen Pol Hamidin menyebutkan, NTT sebagai daerah tertinggi konsumsi pakaian bekas alias RB dari negara lain. Padahal, pakaian bekas meski merupakan merek ternama, namun rentan sekali menjadi media penularan berbagai jenis penyakit.

Hal itu disampaikan Kapolda saat melaksanakan tatap muka bersama Forkompimda Sikka dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir di Capa Resor Hotel, Jumat (13/3/2020).

“Seharusnya kita sadar bahwa secara tidak langsung, kita warga membeli penyakit dari negara lain. WHO sendiri sudah melarang itu, bahwa dari pakaian bekas ini, ada 111 macam penyakit yang ada dalam pakaian bekas. Ini yang mestinya diperhatikan bersama oleh seluruh warga NTT, apalagi saat ini wabah Corona sedang melanda seluruh dunia. Untuk itu, waspada dan tindakan antisipasi perlu dilakukan oleh kita,” tegasnya.

NTT sebagai wilayah perbatasan dengan Timor Leste, lanjut Kapolda, perlu dilakukan antisipasi terhadap kriminal yang terjadi di daerah perbatasan.

“Namun selama saya menjabat sebagai Kapolda, belum ada kasus yang menonjol, hanya beberapa saja seperti kasus WNA Belgia yang saat ini sedang kita tangani, begitu pula dengan kasus narkoba, namun jumlahnya tidak banyak,” tegasnya.

Meski demikian, Kapolda mengaku jika wilayah Kabupaten Sikka merupakan wilayah teraman dan hal itu perlu dipertahankan, bukan oleh aparat saja, tetapi juga harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah ini.

Terkait dengan permintaan penambahan Polsek di Kabupaten Sikka, kata Kapolda, hal itu tetap menjadi perhatian, namun saat ini Polda NTT terbentur dengan penambahan 5 Polres baru, yang membutuhkan penambahan personil.

“Tapi Insya Allah, dalam waktu dekat akan ada penambahan personil untuk Polda NTT, karena kita sudah usulkan ke Mabes Polri,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya