oleh

IDI Sosialisasikan New Normal yang Aplikatif, Warga Kecamatan Waigete Beri Apresiasi

-DIKKES-83 views

MAUMERE, MN- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka menyosialisasikan Tatanan Hidup Normal Baru (New Normal) di Tengah Pandemi Covid-19 kepada para aparatur pemerintahan desa, tokoh umat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan dari sembilan desa se-Kecamatan Waigete, Sabtu 13/6/2020, di Aula Egon, Kantor Camat Waigete. Selain sosialisasi, IDI Sikka juga membagikan ribuan masker dalam aksi peduli yang ditajuki ‘Masker untuk Sikka’.

“Tatanan Hidup Baru ini penting dipahami, karena mayoritas masyarakat memandang penerapan pelonggaran saat ini seolah-olah bahwa penyakit Covid-19 sudah habis. Padahal tidak. Pelonggaran dibuat karena alasan ekonomi, bukan karena Covid-19 sudah selesai. Akibatnya bisa muncul serangan gelombang kedua yang lebih banyak. Karena itu, IDI Sikka, melalui aksi ‘Masker Untuk Sikka’, berbagi masker dan mengadakan sosialisasi dengan berbagai cara, baik di radio, di medsos, maupun secara langsung seperti ini. Itulah bentuk cinta kami pada masyarakat kita agar kita semua tetap sehat.” Demikian kata Ketua IDI Sikka dr. Mario S. Nara, Sp.A dalam sambutannya.

New Normal untuk Petani

Dalam sambutannya, Camat Waigete Ferdinand Evensius Edomeko meminta Tim Dokter IDI Sikka menjelaskan tentang Tatanan Hidup Baru (New Normal) khusus bagi petani.

“Dalam petunjuk New Normal yang diterbitkan dari Jakarta, semuanya berbicara tentang cara kerja di kantor, di perusahaan, di pabrik. Bagaimana di dalam kereta api dan dalam lift, dalam lapangan golf. Itu mana ada di sini?

Padahal 98% warga saya adalah petani. Karena itu, saya minta Bapak-Mama Dokter berkenan menjelaskan New Normal bagi petani,” pinta Camat Even, yang didampingi Danramil Talibura Letda Infantri Nikolaus Nama Dalot dan Kapolsek Waigete IPDA Rasez Manurung, SIK.

Prinsip Penting dalam New Normal

Mengisi sosialisasi, dr. Asep Purnama, Sp.PD, FINASIM, ahli penyakit dalam di RSUD TC Hillers Maumere, menjelaskan tentang semua fakta terbaru tentang Covid-19, ciri-ciri, gejala, cara menular, cara pencegahan, dan prinsip-prinsip utama dalam New Normal.

Dokter Asep menjelaskan, “Dua hal yang perlu kita ketahui adalah pertama, Covid-19 sudah menyebabkan kematian pada ribuan orang di dunia. Di Indonesia sudah dua ribu lebih yang meninggal. Covid-19 belum ada obatnya, sehingga kita perlu mencegahnya.

“Hal kedua, bahwa pelonggaran yang kini mulai diterapkan, itu bukan karena Covid-19 sudah selesai, tetapi karena alasan ekonomi. Kita harus teta bekerja untuk tetap hidup.”

Menjuduli materi paparannya dengan Tetap Produktif dan Sehat di Masa Pandemi, Dokter Asep yang juga anggota Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging di RSUD TC Hillers itu kemudian menjelaskan secara detail tentang cara Covid-19 menular dan sejauh mana efektifitas aksi mencuci-tangan, menjaga jarak, dan memakai masker sebagai langkah paling strategis memutus mata rantai penularan virus korona.

Covid-19 dalam Ilmu Syaraf

Dokter Spesialis Syaraf, dr. Candida Isabel, Sp.S, kemudian menjelaskan tentang potensi bahaya yang lebih besar pada orang dengan penyakit bawaan seperti stroke, hipertensi, jantung, dll jika terkenan virus korona.

“Dalam ilmu syaraf, seseorang bisa dicurigai terpapar Covid-19 jika ia tidak mampu mencium semua bau-bauan. Bau wangi atau bau busuk, dia tidak tau. Itu segera bawa untuk diperiksa, karena sangat mungkin itu gejala korona,” urai dr. Candida.

Ia lalu member tips khusus, yakni para penderita hipertensi harus selalu rutin memeriksakan tekanan darahnya dan beristirahat cukup.

Peserta sangat antusias

Antusiasme pendengar atas penjelasan tersebut tampak dalam banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi yang dipandu oleh drg. Nur Kartika Eka Candra Dewi.

“Ada Pelaku Perjalanan yang dipulangkan tapi kemudian dijemput kembali karena tiba-tiba rapid test dia reaktif. Kami cemas dan minta semua kami di-swab,” tanya Wilibrordus dari Desa Hoder.

Terhadap itu, dokter Asep menjelaskan bedanya rapid test dan tes atas swab. Masih banyak yang hendak bertanya, namun karena alasan waktu, dokter Nur membatasi diskusi hanya dengan 12 penanya.

Bantuan Masker

Di akhir sosialisasi dan diskusi, IDI Sikka menyerahkan bantuan berupa ribuan masker medis kepada Camat Waigete dan 9 Kepala Desa se-Kecamatan Waigete, untuk dibagikan kepada masyarakat.

Penasihat IDI Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, menjelaskan bahwa untuk selamat dari pandemi Covid-19,  semua orang perlu melindungi diri.

Kita semua adalah garda terdepan, bukan hanya dokter dan paramedis. Mereka membantu menyembuhkan. Tapi tugas kita bersama adalah melindungi diri dan orang-orang yang kita cintai agar tidak terkena Covid-19”, imbau Dokter Maria, yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka.

Hadir dalam kesempatan itu, 60 orang tokoh masyarakat, terdiri dari 9 Kepala Desa dan para Pimpinan BPD se-Kecamatan Waigete, para pemuda koordinator Tim Relawan Desa Siaga Covid-19, imam masjid, para tokoh umat, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Waigete, serta Kepala Puskesmas Waigete dan staf.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya