oleh

Wanita Paruh Baya, Tewas Gantung Diri

-HUKRIM-1.398 views

MAUMERE, MN-  Seorang wanita paruh baya yang diketahui bernama Maria Clara Gondelina (51), ditemukan tewas gantung diri pada pohon nangka di kebun miliknya, sekitar pukul 09.00 WITA Minggu (12/5/2019) di Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka. Korban ditemukan oleh suaminya Bonefonsius Benyamin (49) dan anak kandungnya Viktorius Nong Elwis.

Belum diketahui motif dari kasus ini, namun aparat Polres Sikka sudah melakukan tindakan kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Demikian press release yang disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, SIK kepada wartawan, Senin (13/5/2019) melalui telepon selulernya.

Kapolres dalam keterangannya mengatakan, awalnya, suami korban pada Sabtu (11/5/2019) menuju ke Kota Maumere bersama anaknya. Sementara, korban ditinggalkan sendirian di rumah. Namun sore harinya sekitar pukul 17.00 WITA, suami dan anak korban pulang ke rumah.

Saat mereka pulang, lanjut Orang Nomor Satu di Polres Sikka ini, mereka tidak mendapatkan korban. Mereka berusaha untuk mencari korban di rumah-rumah tetangga, namun tidak juga berhasil didapatkan. Karena proses pencarian hingga malam hari, akhirnya keduanya bersama sana keluarga memutuskan untuk mencari Koran keesokan harinya.

Pada Minggu, 12 Mei 2019, akhirnya ayah dan anak kandungnya akhirnya mencoba mencari korban ke kebun milik mereka.

Saat mereka mendatangi kebun milik mereka, keduanya kaget dengan sesosok yang tergantung di bawah pohon nangka dengan seutas tali di leher korban. Saat mereka mendekati, korban sudah tidak bernyawa lagi. Akhirnya, suami korban meminta kepada anaknya untuk menyampaikan hal itu ke sanak keluarga mereka.

Dari pihak keluarga, lanjut Kapolres, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek  Bola. Aparat Polsek dan dibantu oleh warga akhirnya menurunkan korban dari pohon nangka setelah dilakukan olah TKP serta mengevakuasi korban menuju kediamannya di Dusun Glak Desa Hale Kecamatan Mapitara Sikka. Korban juga sudah dimakamkan pada Senin sorenya.

Kapolres dalam keterangannya juga menyebutkan, dari hasil penyelidikan awal, diketahui korban mengalami gangguan jiwa. Dari kasus ini, Kapolres juga mengatakan, pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan visum et rapartum terhadap korban dan menerima dengan lapang dada atas kepergiaan keluarga mereka.(SAN-R1)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya