oleh

Sepatu dan Rambut Tidak Sesuai Aturan, 2 Pelajar di Maumere Dianiaya 4 Senior

-HUKRIM-830 views

MAUMERE, MN – Kasus penganiayaan terhadap 2 pelajar di SMK Bina Maritim Maumere yang menghebohkan warga net pada Selasa (11/06/2019) ternyata bermula dari model rambut dan sepatu yang dikenakan 2 pelajar yang menjadi korban penganiayaan tersebut tidak sesuai aturan sekolah.

Pelaku berinisial RF (17) dan YR (17) menganiaya yuniornya, Irfan dan Angel pada Senin, (10/06/2019) dihalaman samping sekolah.

Menurut pengakuan RF kepada awak media, penganiayaan tersebut terjadi karena korban sempat ditegur beberapa kali agar tidak memakai sepatu boneng dan merapikan rambut sesuai dengan ketentuan sekolah, namun, korban tidak mematuhi perintah seniornya.

Sedangkan berdasarkan aturan di sekolah tersebut, pelajar yang melanggar peraturan sekolah akan ditangani oleh para guru, bukan senior atau kakak kelas.

Pada saat menganiaya, RF dan YR meminta temannya, DW untuk mengambil gambar dan membuat video pada saat dirinya menganiaya yuniornya tersebut.

Menurut pengakuan pelaku, pembuatan video penganiayaan tersebut hanya untuk dokumentasi pribadi.

AN, penyebar video penganiayaan, kepada awak media mengaku, dirinya hanya mengupload video tersebut di Whatsup pribadinya. Dia tidak menyangka, video penganiayaan tersebut kemudian menjadi viral dan mendapat kritikan dari warga net atas tindakan tersebut.

Atas kejadian tersebut, keempat pelajar pelaku penganiayaan tersebut akan dikeluarkan dari sekolah karena telah mencoreng nama baik lembaga pendidikan tersebut.

Irfan dan Angel pada saat dikonfirmasi awak media terkait kasus penganiayaan tersebut, mengaku, mereka sering dianiaya oleh senior-seniornya. Bahkan, penganiayaan tersebut terjadi bukan hanya dilingkungan sekolah, tetapi diluar sekolah pun mereka sering dianiaya.

Hal tersebut juga diakui, Paulinus Polce, salah satu keluarga korban.

Polce mengatakan, dirinya mendapat laporan dari anaknya bahwa sempat dianiaya di lokaria pada saat diluar jam sekolah.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, SIK saat dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan yang melibatkan 4 pelajar di SMK Bina Maritim Maumere, mengatakan, saat ini pihaknya bersama Pemda Sikka dalam hal ini Dinas PKO Kabupaten Sikka beserta pihak sekolah masih terus melakukan pendampingan penyelesaian kasus tersebut mengingat pelaku dan korban adalah anak-anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar. (ACQ-R2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya