oleh

Hina Simbol Agama Nasrani, PMKRI Maumere Polisikan Ustad Somad

-HUKRIM-421 views

MAUMERE, MN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bersama Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI cabang Sikka mendatangi Polres Sikka pada Sabtu (17/08/19) guna melaporkan Ustad Abdul Somad terkait konten tausyah Ustad Abdul Somad yang dengan terangan-terangan menghina simbol agama Nasrani yang mendadak viral di media sosial.

Konten tausyah Ustad Abdul Ustad Somad yang diunggah di akun instagram @kajianustadsomad berisi indikasi penistaan agama Nasrani  dengan menghina Salib Yesus, simbol keselamatan umat Nasrani.

PMKRI dan Forkoma Sikka saat mendatangi Polres Sikka pada Sabtu (17/08/19) guna melaporkan Ustad Abdul Somad yang menghina simbol agama Nasrani.

Dalam video yang berdurasi 1.54 menit tersebut, Ustad Abdul Somad melakukan penghujatan terhadap Salib Yesus dengan mengatakan “didalam salib terdapat jin kafir dan kafir tersebut bersemayam dalam patung dengan kepala miring kiri atau kanan sembari menanyakan kepada audiens mengingat atau tidak dan dibalas dengan tawa oleh audien”.

Ustad Abdul Somad dilaporkan dengan tuntutan pasal penistaan terhadap simbol agama yakni pasal 156 A KUHP dan melanggar UU ITE.

PMKRI dan Forkoma Cabang Sikka juga mendesak Polres Sikka untuk segera menetapkan sebagai tersangka dan segera menangkap Ustad Abdul Somad.

Presidium PMKRI Cabang Sikka, Marianus Fernandes kepada awak media mengatakan, konten tausyah Ustad Abdul Ustad Somad sangat melukai perasaan umat Nasrani.

“Pernyataan Ustad Somad itu sudah melukai perasaan umat Nasrani di seluruh Indonesia umumnya dan Kabupaten Sikka khususnya. Jadi saya selaku Presidium PMKRI Sikka bersama Forkoma Sikka melaporkan kasus ini ke Kapolres Sikka dan jajarannya agar bisa menangkap dan memenjarakan Ustad Abdul Somad terkait pernyataan secara terang-terangan di akun instagram menista agama Nasrani,” ungkap Marianus.

Senada dengan Marianus, Teng Bernadus, Ketua Forkoma cabang Sikk mengatakan, pernyataan Ustad Abdul Somad tersebut sangat melukai dan sudah menginjak kebhinekaan.

“Omongan Ustad Somad itu sudah melukai dan menginjak-injak kebhinekaan yang sudah lahir begitu lama. Dalam usia Indonesia yang ke 74, ternyata masih ada orang yang berani dan secara terang-terangan mencela, mencerca dan menghina agama lain,” ungkap Teng Bernadus.

Turut serta dalam laporan tersebut, anggota Forkoma lainnya antara lain, Silfan Anggi, Viktor Nekur, Galdimus Edisius Dore, Hilarius Onesimus M. Jong (PMKRI Samarinda) dan beberapa anggota Forkoma lainnya. (Acq-R2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya